Skip to content

MUNGKINKAH SERIAL 24 DIANGKAT DARI KISAH NYATA?

July 10, 2008

Serial 24 season 1, 2, dan 3 menjadi referensi saya tentang bagaimana sebenarnya sebuah intelijen negara bekerja. Lebih dari itu juga, saya selalu meyakini gambaran umum dalam serial ini adalah juga gambaran umum realita kehidupan politik di Amerika.

Coba kita simak dalam Season 2 yang bercerita tentang rencana pengeboman nuklir di salah satu kota di Amerika. Kalau dalam banyak versi film ala Holywood, penjahat pasti kalau bukan orang Islam, ya orang Rusia. Tapi dalam serial ini, diceritakan bagaimana kompleksnya sebuah unit kegiatan terorisme (dalam serial ini, sang jagoan ‘Jack Bauer’ bekerja sebagai intelijen di Contra Terrorist Unit (CTU)). Okelah, serial ini memang hanya rekaan dipaksakan harus terpecahkan dalam waktu 24 jam. Tapi bagaimana otak saya terbuka ketika penggamabaran dalam season 2 ini mirip dengan aksi 911 yang meruntuhkan 2 gedung WTC… Semua orang menyudutkan Islam–sampai sekarang, ribuan nyawa mati sia-sia oleh serbuan militer Amerika. Tapi apakah memang demikian yang terjadi…?

Back to serial 24 season 2. Pada awal cerita memang digambarkan sang Presiden AS David Palmer (yang luar biasanya adalah seorang kulit hitam–gambaran Obama masa depan) menekan salah satu perdana menteri negara timur tengah karena negara itu dianggap melindungi organisasi terorisme. Buat saya ini gambaran bagaimana negara Amerika menekan Presiden RI. Bedanya, kalau negara Timur Tengah itu bersikeras bahwa negaranya tidak melindungi teroris, sedangkan Indonesia sudah ketakutan mendapatkan cara-cara diplomasi Amerika tersebut.

Dalam kisah lain, ada seorang Arab bernama Reza yang akan menikahi seorang wanita kulit putih. Sang kakak agak ragu dengan sang Arab ini mengingat reputasi orang Arab dalam banyak kegiaran radikalisme. Sang kakak menyelidiki Reza dengan bantuan private investigator. Ternyata Reza memiliki kaitan dengan jaringan terorisme yang dipimpin oleh Sayed Ali. Well, dalam awal cerita… tampak sekali bagaimana cerita akan menyudut untuk mendiskreditkan orang-orang Arab (notabene orang Islam).

Menariknya, cerita menjalar menjadi hal-hal yang tidak pernah diduga sebelumnya. Dalam serial ini, karakter Presiden Amerika yang kulit hitam sungguh menarik. Memiliki prinsip kuat dan berani (tipe koleris). Serial ini menggambarkan dengan gamblang dan fair bagaimana teroris itu hanya sebuah jualan politik untuk menguntungkan beberapa pihak saja. Militer memberi pengaruh sangat besar dalam perpolitikan Amerika. Militer menekan presiden untuk memberikan ultimatum perang secepatnya kepada negara yang dianggap teroris (kasus terdahulu adalah Irak dan Afganistan). Berkat Presiden Palmer yang memiliki keteguhan bahwa memutuskan perang harus dengan bukti kuat, akhirnya serangan militer ditunda (dengan berbagai macam intrik dari orang dalam Gedung Putih untuk memuluskan rencana serangan militer, bahkan Presiden dijebloskan dalam ‘penjara’–sungguh intrik politik kelas tinggi).

Cerita dramatis berjalan dengan mengesankan. Sampai diketahui bahwa salah satu petinggi di Gedung Putih sudah mengetahui ada teroris yang memasukkan nuklir ke Amerika beberapa minggu sebelumnya, tidak melaporkan ke Presiden karena ingin dianggap pahlawan dengan membasmi teroris dengan pasukan elit dia. Ternyata, pasukan elit ini mati di tangan salah satu penghianat dari pasukan itu sendiri. Well, ternyata orang Islam di sini (Sayed Ali) yang digambarkan sebagai teroris utama, hanyalah pekerja. Aktor utamanya adalah orang-orang kulit putih yang mengambil keuntungan jika terjadi perang antara Amerika dengan negara Arab. Mereka mengambil keuntungan dari naiknya harga minyak (seperti sekarangkah???). Untuk memenuhi ambisi ini, mereka merekayasa segalanya, termasuk yang dianggap teroris ini. Dan, pemerintah Amerika adalah pihak paling bodoh karena mudah sekali diakali orang-orang yang mengambil keuntungan dari ini (kalau peristiwa 911, yang mendapatkan keuntungan adalah Bush dan kroninya karena mendapatkan ladang minyak dengan gratis… dan sekarang harga minya membumbung tinggi–skenario luar biasa). So, harusnya Serial 24 ini menjadi referensi orang Amerika untuk tidak buru-buru menjastifikasi bahwa orang Islam dan Arab adalah teroris. Bisa jadi, teroris sesungguhnya adalah orang kulit putih yang merekayasa semua ini untuk kepentingan sedikit orang saja. Sungguh tidak ada tempat di surga untuk perekayasa perang seperti ini. Mari kita cermati harga minya yang membumbung tinggi dengan rencana serangan Israel dan Amerika ke Iran. Jualan politik ini masih laku atau tidak, kita lihat nanti…

Dunia intelijen memang jauh dari jangkauan. Dengan melihat serial ini, saya selalu membayangkan apa mungkin intelijen kita bisa seprofesional itu. Tengok saja kasus Munir yang tidak pernah terselesaikan karena melibatkan intelijen. Belum lagi komentar-komentar dari kepala BIN setiap sebuah demo berakhir ricuh. Sang kepala BIN hanya berkoar saja, tidak bisa melakukan pencegahan. Bukannya kerja intelijen untuk melakukan pencegahan, bukan menghasut orang kan? Belum lagi pertarungan antar intelijen asing di Indonesia yang diklaim jumlahnya mencapai ribuan orang (orang Indonesia banyak juga yang menjadi intelijen asing–katanya). Well, dunia intelijen adalah dunia orang-orang pinter yang tidak (belum) terjamah oleh fikiran saya. Saya berharap intelijen kita menjadi intelijen mandiri jauh dari tekanan luar negeri seperti yang diklaim banyak pihak saat ini. Masak intelijen negara kerjaannya menyiksa rakyat yang bayar pajak dan membiayai gaji dan operasional intelijen. Jangan dong…!

From → KEBUDAYAAN, POLITIK

2 Comments
  1. setuju, yup udah liat juga season 2 nya 24, awalnya juga sama tuh, kok islam yang dibawa2 eh iya lama kelamaan tau klo biang keladinya ya orang luar juga…….hmmmmmm

  2. i am gonna show this to my friend, bro

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: