Skip to content

Selamat, Iklan Fruit Tea!

April 16, 2008

Hahaha….! Kreatif.

Iklan produk local sekarang semakin menarik. Terakhir saya sangat kagum dengan iklan teh Sariwangi: Mari Bicara karena idenya yang luar biasa. Sekarang saya juga kagum dengan iklan tv Fruit Tea dari Sosro versi Selamat! Luar biasa bagaimana mereka menciptakan suasana keakraban ‘tengil’ khas anak muda.

“Kita harus utamakan Slamet, lo…!” Ternyata salah satu dari mereka melihat papan bertulis “Utamakan Selamat!”. Ada juga yang bilang, “Awas, Slamet Datang!” Ternyata ada gerbang masuk gang yang bertuliskan Selamat Datang. Lain lagi dengan “…Selamat kan Badak Jawa”. Dan yang terakhir ditutup dengan: “…Slamet apa lagi ya…!” dan muncullah bapak botak seram dan bilang “…Selamatkan diri kalian!”. Setelah diamati, ternyata si orang itu bernama Selamet dan dia marah dengan tingkah laku anak SMA ‘nakal’ itu.

Tapi lepas dari kelucuan itu, saya tiba-tiba teringat pada kejadian awal April 2008 ini. Seluruh karyawan CitraGran Cibubur mendapat jatah jalan-jalan ke Singapura. Kebetulan saya dapat jatah kloter 1 bersama 59 teman saya lainnya. Tampaknya semua akan berjalan lancar begitu kami mendarat di Changi Airport. Tapi kejadian berjalan lain. Ketika melewati pemeriksaan imigrasi, ada 3 rekan saya yang dipisah dan diinterogasi.

1 orang dilepas dari interogasi dengan cepat. 1 lagi agak lama. Dan tinggal 1 orang yang tidak keluar-keluar. Kami mencari tahu, tapi ternyata petugas imigrasi Singapura begitu arogannya sehingga kami tidak diberi akses informasi. Setelah lama menunggu di ruang tunggu Changi Airport, dapatlah kabar bahwa teman kami, namanya Abdul Hamid, terpaksa harus dideportasi tanpa keterangan kenapa dia harus dideportasi. Aneh sekali. Tapi kami beranggapan pasti karena nama dia yang berbau Arab. Tapi begitu naïf dan keamerika-amerikaannya Singapura mengenai hal ini. Kasian sekali teman kami ini karena ini kali pertama dia ke luar negeri. Yah, jadilah perjalanan 4 hari di Singapura dengan perasaan aneh karena kejadian ini.

Lalu apa hubungannya dengan iklan Fruit Tea ini? Ternyata saat kami keliling kota Singapura, di mana-mana ditemukan poster ‘wanted’ teroris bernama Mas Slamet Kastari. Terpampang juga foto Slamet Kastari. Ternyata saya juga baru ingat bahwa Slamet Kastari adalah orang Indonesia yang berhasil kabur dari penjara Singapura dengan tuduhan tindakan terorisme. Padahal guide tour kami menjelaskan bahwa penjara yang menahan Slamet Kastari berada di bawah tanah. Bagaimana mungkin dia bisa kabur. “…dia punya ilmu kali…!” seloroh teman-teman. Begitu kami melihat foto yang terpampang di mana-mana, kami mengambil kesimpulan bahwa Slamet Kastari dianggap mirip dengan teman kami dan juga nama yang mungkin ada hubungannya. Tapi semua itu naïf dan menunjukkan paranoidnya Singapura sebagai cecenguknya Amerika dan juga menunjukkan lemahnya bangsa Indonesia di hadapan bangsa lain sehingga begitu mudahnya kita dicap teroris hanya karena sangkaan yang tidak ‘mutu’ Malu rasanya sebagai bangsa Indonesia ketika berada di luar negeri.
Hmmm, ingat iklan Frutea, ingat Slamet Kastari, dan ingat kejadian yang tidak akan pernah saya lupakan.

Bekasi, 12 April 2008

From → SOSIAL

2 Comments
  1. ya sepertinya negara indonesia memang menjadi sarang teroris dunia kali ya menurut mereka

  2. dewi permalink

    hal itu membuktikan bahwa orang Indonesia masih laku di dunia, karena banyak dicari kemiripannya! hehehehhe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: