Skip to content

Helm Lagi, Helm Lagi (part 1)

December 21, 2007

 

logo-anti-copy-cilik.pngSeri 1 Anti Egoisme di Jalan Raya

Melihat kegilaan pengendara motor (mobil, angkot, bus, dan yang lain juga) di Jakarta, rasa-rasanya hanya menambah darah tinggi semakin memuncak. Setiap hari sumpah serapah buat mereka rasanya semakin mempertebal dosa kita (1 tahun = 365 hari x dosa setiap hari karena sumpah serapah = neraka). Kalau saya bilang, ini adalah salah satu ‘wisdom’ dari orang-orang tua kita yang tidak perlu kita lestarikan. Bagaimana kalau kita jadi orang muda yang tertib di jalan raya? Malu? Nggak kan…

Nah, saya coba beri 1 contoh tentang kelakuan pengendara sepeda motor yang sudah seharusnya dihapus dari sensor otak kita: “TIDAK PAKAI HELM”. Sebenarnya bukan hanya karena akan berbahaya buat pengendara itu sendiri, tapi menurut saya hal ini justru menunjukkan karakter kita sebagai seseorang. Logikanya, peraturan lalu lintas mengatakan kita harus pakai helm standar saat kita mengendara motor. Tidak pernah ada pengecualian untuk ini. Kalau kita tidak mengikuti peraturan ini, itu berarti kita melanggar. Melanggar peraturan yang sudah disepakati bersama, menurut saya secara agamapun akan dikatakan dosa. Dengan santai kita melakukan itu, dengan santai pula kita menambah dosa. Maka logikanya lagi, dengan santai kita akan melanggar dosa-dosa yang lain. Korupsi misalnya.

Perbandingan Apple to apple

Naik motor: Pakai helm kalau ada polisi. Kalau tidak ada polisi, gak usah pakai helm. Atau cuman pergi dekat saja, ya gak usah pakai helm (excuse terhadap hal-hal yang dipikirnya baik–manipulasi pemikiran).

Korupsi: Korupsi kalau gak ketahuan ya gak papa. Atau, korupsi sedikit juga gak papa. Emang ini termasuk korupsi? (excuse terhadap hal-hal yang dipikirnya baik–manipulasi pemikiran).

Nah, orang muda jangan melakukan tindakan-tidakan bodoh seperti itu. Kita sepakat tentang peraturan lalu lintas, ya kita jalankan dong (saya benci idiom: peraturan dibuat untuk dilanggar).Gak bosan-bosankah kita dengan kesemrawutan sekarang ini? Kalau saya sih capek ya…

Resensi bagus:

1. http://saft7.com/?p=199

…berlanjut ke seri 2 Anti Egoisme di Jalan Raya… 
Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: