Skip to content

Underpass Cileungsi: Selamat Datang Kekacauan!

November 17, 2007

logo-anti-copy-cilik.pngHari Sabtu, sebagian besar orang Jakarta dan sekiarnya libur dan merupakan hari paling menyenangkan untuk jalan-jalan. Tapi tidak terlalu menyenangkan kalau harus melewati underpass Cileungsi.

100_12051.jpg

(klik gambar untuk memperbesar)

Daerah underpass cileungsi ini memang tidak separah daerah pasar ciledug atau pasar ciputat (the traffic is a hell down there). Tapi, sebagai gambaran saja, daerah ini sama menyebalkannya dengan daerah yang saya sebutkan sebelumnya. Bedanya, lalu lintas di sini sudah jauh lebih lancar karena adanya fly over.

Buat anda yang belum pernah ke Cileungsi, daerah yang saya maksud adalah perempatan pertemuan antara jalur Bogor ke Bekasi dan Cibubur ke Jonggol. Jadi jika anda ke Bandung melewati jalur alternatif Jonggol, biasanya anda akan melewati daerah ini. Begitu juga bagi anda yang sedang hunting rumah di daerah Cibubur dan sekitarnya, jika anda dari CitraGran Cibubur akan menuju CitraIndah Jonggol, maka anda pasti akan melewati daerah ini.

100_12031.jpg

(klik gambar untuk memperbesar)

Seperti kebanyakan daerah lain di Indonesia, area pejalan kaki di pedestrian digunakan sebagai area jualan (seperti gambar di atas). Sebagai pembayar pajak, saya sebenarnya sangat tersinggung dengan ulah pedagang itu (sama tersinggungnya dengan tingkah anggota TNI yang memakai kendaraan dinas yang saya belikan lewat pajak–“pak kolonel, bapak pake jalan seenaknya.. bapak tau nggak sapa yang nggaji bapak? saya, tau nggak.. saya… saya bayar pajak untuk nggaji bapak dan beli mobil dinas yang mewah itu…). Tapi berhubung banyak hal, saya juga kadang memaklumi kenapa mereka harus melakukan itu.

100_12141.jpg

(klik gambar untuk memperbesar)

Kekacauan dimulai dari sekitar perempatan dimana mobil2 diparkir sembarangan (kebanyakan memang kendaraan angkutan umum). Seperti yang terlihat di atas, bis parkir semaunya. Kanan jalan, kiri jalan, tengah jalan, kalau bisa di atas jalan pasti mereka lakukan. Becak-becak bertebaran di mana-mana (bayangkan anda bermain catur dan buah catur berserakan karena pemain yang kalah mengamuk dan mengacak-acak buah catur. Nah buah catur itu kendaraan-kendaraan ini). Belum lagi ditambah kendaraan lain yang melawan arus. Panas, kotor, asap kendaraan, para pejalan kaki terpaksa menikmati hidup tak sehat. Belum lagi bau ‘pipis’ dari makhluk sejenis manusia yang berserakan di beberapa kolom (tiang) jembatan. Sangat Endonesa sekali.

Jangan bilang tidak ada polisi di sekitar situ. Nih buktinya:

100_1209.jpg

(klik gambar untuk memperbesar)

Gambar selanjutnya juga menjelaskan hal ini:

100_1206.jpg

(klik gambar untuk memperbesar)

Petugas polisi lalu lintas hanya nongol di pos polisi. Yang bertugas di tengah-tengah lalu lintas justru pria hitam berseragam biru yang menerima uang receh dari sopir truk. Nih gambarnya:

100_1207.jpg

(klik gambar untuk memperbesar)

Ditambah lagi dengan ini:

100_1215.jpg

(klik gambar untuk memperbesar)

Adanya orang berseragam biru itu (mungkin orang DLLAJ), membuat suasana jalan tambah kacau. Liat saja orang-orang menyebrang jalan seenaknya. Angkot parkir tidak karuan. Dan perhatikan mikrobus merah itu, sangat menonjol di antara kendaraan-kendaraan lain. Tapi memang tugas DLAAJ memang bukan mengatur lalu lintas ya? So, what on earth was he doing there?

100_1216.jpg

(klik gambar untuk memperbesar)

Yah, ada si merah lagi!! Ternyata yang bikin kacau tidak hanya kendaraan umum. Lihat carry silver itu. Kenapa dia parkir di sebelah kanan? Mungkin karena di sebalah kiri sudah jadi terminal…

100_1213.jpg

100_1212.jpg

Yah, begitulah daerah underpass Cileungsi. Angkot dan bis ‘ngetem’ seenaknya (mungkin rasio penumpang dan angkot tidak sesuai. Lebih banyak angkot daripada calon penumpang). Tapi memang permasalahan sosial (terkait dengan kultur bangsa memang) terlalu pelik. Terlalu banyak kepentingan di dalamnya, dan juga sangat berkaitan dengan hidup mati seseorang. Saya berharap kita semua melakukan perubahan diri dengan bersikap dewasa. Perubahan adalah hal paling mendesak bagi orang endonesa saat ini.

eftianto, cibubur, 17 November 2007
19 Comments
  1. karwono permalink

    Yah, namanya juga indonesia. Entah kapan kita mau berubah…

  2. arka permalink

    wah, ini semua gambaran sudut cileungsi ya? apa benar2 gak ada sudut baiknya?? paling gak menurutmu sisi yang masih manusiawi…
    hmmm

  3. tukang.sapu permalink

    Bener tuh biang macetnya kalo gak ditertibkan gak akan beres macetnya.

  4. Andri permalink

    untuk petugas mungkin aja ada retribusi yang harus diambil bozz.. banyak koq petugas llaj yg narik uang tapi kebanyakan ada surat perintahnya biasanya untuk retribusi terminal dan pemeliharaan jalan.. beda dengan polisi yang suka menyuruh preman untuk ngambil pungli..di daerah saya dekat pos polisi suka ada yg narik uang dari supir truk dan bus rata-rata 20.000 sampe 50.000.. bisa anda bayangkan berapa jumlah yg didapat oleh polisi dari pungli itu, belum dlm proses SIM dan STNK.. tapi gak ada tuh yg berani ngutak-ngatik bahkan BPK, KPK sendiri gak ada.. dulu ada kasus perwira yang mempunyai tabungan milyaran juga hilang gitu aja.. polisi biasanya ngak langsung narik pungli gitu aja tapi suka nyuruh orang lain (preman. banyak koq, disetiap persimpangan, dari tukang ojek.. bahkan di bandung kartu tanda ojek bisa sampe 1-6 jutaan.. coba anda bayangkan kali 500 ojek ..

  5. tukang ojek permalink

    kok tukang ojek gak diceritain ….. wah anda kurang jeli memberi gambaran kondisi daerah cileungsi secara utuh dan komperenship…… perlu belajar lagi yah……

  6. Wah anda rupanya detail juga orangnya ya …
    Sebagai warga cileungsi asli, saya juga cukup prihatin dengan kondisi seperti itu.

    Salam

  7. Ui anak sekolah permalink

    Iyah ih bener gk baleg bnget sih org indonesia…. SDA ada, gk di manfaatin.. APA KATA DUNIA?? hehe

  8. Permata Cibubur permalink

    Yah begitu lah Indonesia kita tercinta….Maunya banyak perubahan…Tapi diri sendiri tidak diadakan perubahan….Saya sebagai warga cileungsi yang baru, Hanya pasrah…pasti akan dibukakan jalan ke arah yang lebih baik!

  9. mudah-mudahan cileungsi gas semerawut lagi yah..

  10. kang eftianto.. saya ambil gambar underpas
    cileungsi.. untuk dijadikan dibaground
    kampung blog cileungsi…
    haturnuhun..

  11. Foto silahkan didownload dan disebarluaskan, asal tidak untuk keperluan kejahatan. Foto original saya yang ambil.

  12. why permalink

    hahah saya tinggal di cileungsi bisa di bilang sudah menjadi warga negarnya ..
    kesemrawutan ky begitu udah gag aneh lagi setiap pulang sekolah ada ja yang bikin ribet..

  13. zondie 16820 permalink

    walau bagaimana pun w tetep love cils forever,,,,,,,,,

  14. hamzen permalink

    imah urang geuningteu di foto???

  15. POsting on 17 NOV 2007…..hehe…sekarang December 2010…gak ada perubahan….malah tambah macet tiap pagi…🙂

  16. Richi permalink

    Cileungsi butuh pembenahan besar2an, kalau tidak bisa semakin kacau…
    ini baru sebagian gambaran, belum lagi masalah ratusan lubang yang ada dijalanan sekitar cileungsi, dtambah minim nya lampu penerangan jalan, komplit sudah kekacauan dicileungsi..

  17. sudah tidak aneh lagi cileungsi macet,apa lagi semenjak ada giant nambah parah tuh..

  18. hehe saya tinggal di cileungsi, dan ini semua benar adanya! saya sekolah jarak 1 km bisa di tempuh kurang dair setengah jam tapi kadang karena kemacetan di sekitar prapatan bisa sampai 1 jam lebih. entah sampai kapan pemerintah daerah mau membuka matanya.

  19. posting 2007 dan sekarang 2012 bapak-bapak tukang parkir masih jadi tukang parkir, macet tambah parah, pasar makin luas, entah sampai kapan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: