Skip to content

BATIK UNTUK ANAK MUDA

November 14, 2007

Awalnya begini,

Sebagai seorang laki-laki yang hidup sendiri (belum punya istri dan tinggal tidak serumah dengan orang tua), pekerjaan mencuci pakaian adalah pekerjaan paling menyebalkan. Bisa 1 bulan sekali baru nyuci baju. Beberapa baju bisa dipake ulang beberapa kali, misalnya jas atau batik. Nah, berhubung nyuci baju sebulan sekali–bahkan lebih, stok baju untuk ke kantor habis. Jadilah memakai pakaian bekas yang agak rapi (rapi maksudnya gak kucel dan kotor) ke kantor. Pilihannya batik.

mbatik.jpg

Berhubung terlalu sering stok baju habis, teman-teman jadi apal. Setiap saya pakai batik ke kantor (entah hari Senin, Selasa, atau hari apapun), teman-teman kantor tahu kalau stok baju saya sudah habis. Banyak yang memandang aneh. Kok ada orang muda kayak saya (I’m under 30) yang mau-maunya pakai batik ke kantor.

Belum lagi banyak yang ‘ngledek’: “mau kondangan dimana hari Selasa gini, mas!” Risih juga sih diledekin begitu. Belum lagi kalau ‘ngledeknya’ langsung tembak: “…keabisan baju, ya!”. Tapi lama kelamaan, saya justru semakin hobi pakai batik . Apalagi ketika koleksi batik saya bertambah–dapat oleh-oleh teman yang mudik dari Jogja. Semua batik saya memang murahan. Tapi modelnya bervariasi. Dari yang lengan panjang, lengan pendek, kerah sanghai, sampai yang warnanya norak.

Sekarang, saya enjoy aja pakai batik ke kantor. Dengan batik, baju tidak harus dimasukkan ke celana. Dan sebagai orang muda, pakai batik bisa menjadi ciri diri yang logis. Toh orang juga faham, dunia kerja saya banyak berurusan dengan seni. Ke kantor juga sehari-hari cuma pakai sandal. Jadi tidak harus tampil metroseksual dengan gaya kantoran. Have fun saja.

eftianto, cibubur, 13 November 2007
8 Comments
  1. Mirhass permalink

    Saya sangat bangga, ada anak muda yang memakai batik. Dan sebenarnya batik itu indah sekali. Kebetulan saya sedang jatuh cinta kembali ke batik. Karena beberapa minggu yang lalu saya diajak teman saya untuk belajar membatik. Dan setelah menjalani selama 3 minggu ini, saya sangat senang. Membuat polanya dengan pensil dan dengan canting….

    Bau malam, sangat mengesankan.
    Dan membatik sangat menenangkan.
    Saya baru sadar betapa indahnya pola2 batik itu.
    Untuk membuat satu lembar kain saja memakan begitu banyak waktu dan ketekunan…
    Saya menyesal diusia saya yang sudah menjelang senja baru memulai menekuni batik….
    Semoga tidak terlambat.
    Batik adalah warisan nenek moyang kita yg harus dilestarikan, dan kita harus bangga untuk mengenakannya.
    Salam,

  2. Benar sekali mas… Karena kerumitan pembuatannya itulah maka harga batik asli mahal. Tapi menurut saya, konsep batik itu sendiri sudah unik. Motif batik juga sangat kuat karakternya. Jadi saya sampai tidak habis fikir bagaimana Malaysia bisa mengkalim batik (walaupun untu beberapa pola saja) sebagai warisan asli Malaysia. Karakter dan konsep batik itu benar-benar original Indonesia.

  3. warman permalink

    gue pengen cari toko yang corak batiknya anak muda bgt, gue susah cari di mana yach…. gue tgl di bandung

  4. Batik..batik…sudah saatnya kita pake batik..salam kenal..

  5. salam kenal mas…

    batik saat ini sebagai pakaian mahasiswa untuk ke kampus bukan ke ondangan lagi

  6. Dear all……

    Salam kenal! ada yg berminat order batik nggak? or bisnis batik bareng yuuuk.. please contact me by email or click http://www.batiknyonyacantik.com. ini batik hasil design sendiri…tks

  7. disini gan… pilih batiknya…
    siap kirim ke segala kota

  8. batik batik batik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: