Skip to content

TOKOH PILIHAN: Ekonom Islam Muhammad Syafii Antonio, MSc.

October 22, 2008

Salah satu tokoh yang menurut saya sangat membanggakan saat ini adalah Bapak M. Syafii Antonio. Figur seorang Muslim yang seharusnya menjadi pancaran seorang Muslim sesungguhnya: cerdas, mencari solusi permasalahan, tenang, bersahaja, tidak sombong, penuh senyum. Andai citra seorang Muslim yang tergambar di seluruh dunia adalah seperti Bapak M. Syafii Antonio, saya yakin umat Muslim di dunia akan memiliki citra terbaik. Islam sebagai rahmatan lil alamin. Mudah-mudahan Bapak Antonio Syafei bisa menjadi teladan orang-orang muda saat ini.

Berikut saya forward sedikit kisah tentang Bapak Antonio Syafei dari http://www.mualaf.com.

Saya lahir di Sukabumi, Jawa Barat, 12 mei 1965. Nama asli saya Nio Cwan Chung. Saya adalah WNI keturunan Tionghoa. Sejak kecil saya mengenal dan menganut ajaran Konghucu, karena ayah saya seorang pendeta Konghucu.

Selain mengenal ajaran Konghucu, saya juga mengenal ajaran Islam melalui pergaulan di lingkungan rumah dan sekolah. Saya sering memperhatikan cara-cara ibadah orang-orang muslim.

Kerena terlalu sering memperhatikan tanpa sadar saya diam-diam suka melakukan shalat. Kegiatan ibadah orang lain ini saya lakukan walaupun saya belum mengikrarkan diri menjadi seorang muslim.

Kehidupan keluarga saya sangat memberikan kebebasan dalam memilih agama. Sehingga saya memilih agama Kristen Protestan menjadi agama saya.

Setelah itu saya berganti nama menjadi Pilot Sagaran Antonio. Kepindahan saya ke agama Kristen Protestan tidak membuat ayah saya marah. Ayah akan sangat kecewa jika saya sekeluarga memilih Islam sebagai agama.

Sikap ayah saya ini berangkat dari image gambaran buruk terhadap
pemeluk Islam. Ayah saya sebenarnya melihat ajaran Islam itu bagus. Apalagi dilihat dari sisi Al Qur’an dan hadits. Tapi, ayah saya sangat heran pada pemeluknya yang tidak mencerminkan kesempurnaan ajaran agamanya.

Gambaran buruk tentang kaum muslimin itu menurut ayah saya terlihat dari banyaknya umat Islam yang berada dalam kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan. Bahkan, sampai mencuri sandal di mushola pun dilakukan oleh umat Islam sendiri. Jadi keindahan dan kebagusan ajaran Islam dinodai oleh prilaku umatnya yang kurang baik.

Kendati demikian buruknya citra kaum muslimin di mata ayah, tak membuat saya kendur untuk mengetahui lebih jauh tentang agama islam. Untuk mengetahui agama Islam, saya mencoba mengkaji Islam secara komparatif (perbandingan) dengan agama-agama lain.

Dalam melakukan studi perbandingan ini saya menggunakan tiga pendekatan, yakni pendekatan sejarah, pendekatan alamiah,
dan pendekatan nalar rasio biasa. Sengaja saya tidak menggunakan pendekatan kitab-kitab suci agar dapat secara obyektif mengetahui hasilnya.

Berdasarkan tiga pendekatan itu, saya melihat Islam benar-benar agama yang mudah dipahami ketimbang agama-agama lain. Dalam Islam saya temukan bahwa semua rasul yang diutus Tuhan ke muka bumi mengajarkan risalah yang satu, yaitu Tauhid. Selain itu, saya sangat tertarik pada kitab suci umat Islam, yaitu Al-Qur’an.

Kitab suci ini penuh dengan kemukjizatan, baik ditinjau dari sisi bahasa, tatanan kata, isi, berita, keteraturan sastra, data-data
ilmiah, dan berbagai aspek lainnya.

Ajaran Islam juga memiliki system nilai yang sangat lengkap dan
komprehensif, meliputi system tatanan akidah, kepercayaan, dan tidak perlu perantara dalam beribadah. Dibanding agama lain, ibadah dalam islam diartikan secara universal. Artinya, semua yang dilakukan baik ritual, rumah tangga, ekonomi, sosial, maupun budaya, selama tidak menyimpang dan untuk meninggikan siar Allah, nilainya adalah ibadah. Selain itu, dibanding agama lain, terbukti tidak ada agama yang memiliki system selengkap agama
Islam. Hasil dari studi banding inilah yang memantapkan hati saya untuk segera memutuskan bahwa Islam adalah agama yang dapat menjawab persoalan hidup.

Masuk Islam

Setelah melakukan perenungan untuk memantapkan hati, maka di saat saya berusia 17 tahun dan masih duduk di bangku SMA, saya putuskan untuk memeluk agama Islam. Oleh K.H.Abdullah bin Nuh al-Ghazali saya dibimbing untuk mengucapkan ikrar dua kalimat syahadat pada tahun 1984. Nama saya kemudian diganti menjadi Syafii Antonio.

Keputusan yang saya ambil untuk menjadi pengikut Nabi Muhammad saw. Ternyata mendapat tantangan dari pihak keluarga. Saya dikucilkan dan diusir dari rumah. Jika saya pulang, pintu selalu tertutup dan terkunci. Bahkan pada waktu shalat, kain sarung saya sering diludahi. Perlakuan keluarga terhadap
diri saya tak saya hadapi dengan wajah marah, tapi dengan kesabaran dan perilaku yang santun. Ini sudah konsekuensi dari keputusan yang saya ambil.

Alhamdulillah, perlakuan dan sikap saya terhadap mereka membuahkan hasil. Tak lama kemudian mama menyusul jejak saya menjadi pengikut Nabi Muhammad saw.

Setelah mengikrarkan diri, saya terus mempelajari Islam, mulai dari
membaca buku, diskusi, dan sebagainya. Kemudian saya mempelajari bahasa Arab di Pesantren an-Nidzom, Sukabumi, dibawah pimpinan K.H.Abdullah Muchtar.

Lulus SMA saya melanjutkan ke ITB dan IKIP, tapi kemudian pindah ke IAIN Syarif Hidayatullah. Itupun tidak lama, kemudian saya melanjutkan sekolah ke University of yourdan (Yordania). Selesai studi S1 saya melanjutkan program S2 di international Islamic University (IIU) di Malaysia, khusus mempelajari ekonomi Islam.

Selesai studi, saya bekerja dan mengajar pada beberapa universitas. Segala aktivitas saya sengaja saya arahkan pada bidang agama. Untuk membantu saudara-saudara muslim Tionghoa, Saya aktif pada Yayasan Haji Karim Oei. Di yayasan inilah para mualaf mendapat informasi dan pembinaan. Mulai dari
bimbingan shalat, membaca Al-Qur’an, diskusi, ceramah, dan kajian
Islam, hingga informasi mengenai agama Islam.

Perbankan dan Syariah serta Pesantren

Muhammad Syafii Antonio adalah seorang alumni pesantren yang tercebur ke dunia perbankan. Masuk pesantren dengan alasan ingin mendalami Islam sebagai agama yang baru dianutnya, Syafii menapak sukses hingga menjadi pakar ekonomi syariah nasional saat ini.

Ia memulai pendidikan pesantrennya pada 1985, ketika lulus dari SMU. Ia masuk pesantren tradisional An-Nizham, Sukabumi. Alasannya ketika itu ingin mendalami ilmu keislaman secara utuh. “Jika ingin menjadi muslim yang komprehensif, pesantren adalah tempat yang ideal.”

Tiga tahun di pesantren, ia melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Ia mendaftar ke ITB, IKIP, dan IAIN. Meski diterima, karena ia ingin lebih besar untuk mempelajari Islam, Syafii memilih belajar ke luar negeri. Lewat Muhammadiyah, ia mendapat kesempatan belajar di Yordania untuk studi Islam bidang syariah.

Di saat yang sama ia juga mengambil kuliah ekonomi. Lalu ia melanjutkan ke Al-Azhar untuk memperdalam studi Islam. Perjalanan hidupnya berbelok ketika ia batal melanjutkan ke Manchester University karena Perang Teluk. Akhirnya, ia mendaftar ke International Islamic University Malaysia. Ia mengambil studi Banking and Finance dan selesai pada 1992.

Syafii berkecimpung di perbankan syariah mulai tahun itu juga saat ia bertemu delegasi Indonesia yang akan mendirikan bank syariah setelah melihat contoh bank syariah di Malaysia.

Kembali ke Indonesia, ia bergabung dengan Bank Muamalat, bank dengan sistem syariah pertama di Indonesia. Dua tahun setelah itu, ia mendirikan Asuransi Takaful, lalu berturut-turut reksa dana syariah. Empat tahun membesarkan Bank Muamalat, ia mundur dan mendirikan Tazkia Group yang memiliki beberapa unit usaha dengan mengembangkan bisnis dan ekonomi syariah.

Sebagai alumni pesantren, Syafii mengungkapkan ketidakyakinannya bahwa kurikulum pesantren bisa menghasilkan seseorang dengan mental teroris. “Apalagi pesantren tradisional atau salafi,” katanya. Pada pesantren ini, tuntutan untuk tasawufnya cukup tinggi sehingga mereka menekankan pada akhlak dan etika. “Bahkan saya melihat beberapa pesantren bisa terjerumus pada zuhud yang negatif dan sangat berseberangan dengan apa yang saya dorong sekarang,” katanya.

Begitu pula di beberapa pesantren modern dan progresif seperti Gontor, Darunnajah, dan lain-lain, pendekatan metode belajarnya sudah diperbarui. “Santrinya sudah menggunakan dua bahasa asing dan tidak terlalu terikat pada mazhab tertentu dari sisi fiqih dan akidah.”

Kemudian ada jenis pesantren lainnya, yaitu yang mencoba tidak hanya berkutat pada aspek teologi dan teori, tapi mungkin mereka mencoba untuk merespons tantangan modernisasi dan westernisasi sebagai realisasi amar ma’ruf nahi munkar. “Kalau yang terakhir ini yang dikembangkan beberapa pesantren di Indonesia, tanpa saya berhak menyebut nama, mungkin itu bisa jadi yang paling dekat pada pergerakan-pergerakan yang lebih progresif,” katanya. Toh, kalau pun ada tersangka teroris, itu tak bisa disebut mewakili pesantren dan ajaran Islam.

Sebagai alumni pesantren, Syafii juga memiliki kritik terhadap pendidikan pesantren saat ini. “Saya lihat kurikulumnya harus ditinjau ulang,” katanya. Ia mencontohkan kitab-kitab klasik yang diajarkan di pesantren. “Konteks dan contohnya sudah sangat klasik dan belum tentu selesai dipelajari dalam dua-tiga tahun,” katanya. Ia mengimbau agar kurikulum pesantren memadatkan apa saja yang harus dipelajari santri. “Ada target yang harus dirancang untuk santri,” katanya.

Selain itu, gaya belajar pesantren juga masih terpusat pada satu-dua kiai. “Tak ada regenerasi dan tentu sangat berat bagi para kiai itu untuk mengajar sekian banyak santri,” katanya. Karenanya, tak heran jika terdapat jarak yang jauh dalam penguasaan ilmu antara kiai dan asistennya.

Syafii melihat para kiai ilmunya sangat banyak dan ikhlas, tapi kurang responsnya terhadap masalah-masalah sosial, ekonomi, dan kemasyarakatan. Dalam media apa pun, tulisan kiai sangat jarang sekali. Ketika muncul pemikiran frontal, mereka cenderung reaktif, bukan proaktif. “Seharusnya jika ada ide-ide jernih langsung dituliskan dan disampaikan ke masyarakat,” katanya. (dari berbagai sumber)

Dr. Muhammad Syafii Antonio, MSc

- Doktor Banking & Micro Finance, University of Melbourne, 2004
- Master of Economic, International Islamic University, Malayasia, 1992
- Sarjana Syariah, University of Jordan, 1990
- Komite Ahli Pengembangan Perbankan Syariah pada Bank Indonesia
- Dewan Komisaris Bank Syariah Mega Indonesia
- Dewan Syariah BSM
- Dewan Syariah Takaful
- Dewan Syariah PNM
- Dewan Syariah Nasional, MUI

From → (1) PENGAMATAN

24 Comments
  1. iman permalink

    YES! IDOLA SAYA SAAT INI!

  2. ibnu permalink

    Sebagai seorang mualaf, Pak Syafii Antonio telah melakukan berbagai lompatan menakjubkan dalam komitmennya terhadap Islam. Wawancara beliau pada salah stasiun TV 17 Okt 2008 mengenai Ekonomi Syariah membuka cakrawala saya mengenai ketinggian sistem ekonomi islam diandingkan sistem buatan manusia yang rapuh. Moneter Indonesia yang semakin compang-camping ketika Amerika terpuruk, maka saatnya bangsa Indonesia harus berbenah diri. Saya mendoakan semoga ia senantiasa sehat dan istiqomah, bisa memegang jabatan yang dapat mengubah bangsa menjadi lebih baik, menteri keuangan atau bahkan menjadi presiden ……

  3. arie permalink

    Semoga beliau selalu dalam lindungan dan petunjuk Allah… Manusia langka!! Seharusnya Indonesia bangga memiliki tokoh dengan kecerdasan akal dan kemuliaan akhlak seperti Dia. Wahai para pemimpin… bergurulah pada Dia dan bawa Negri kita dalam kemakmuran sesuai tuntunan Allah…

  4. ugie permalink

    Jangan khawatir semua saudara sebangsa! kita masih mempunyai banyak orang – orang baik disekitar kita. Yakinlah bahwa Indonesia akan semakin lebih baik walau banyak tikus got menggerogoti.

  5. Muhammad Afnan permalink

    Saya sangat respek dengan beliau. Pemikirannya tentang ekonomi syariahnya sangat luar biasa…
    Semoga dapat segera dikembangkan di Indonesia..
    Mudah-mudahan suatu saat saya dapat berdiskusi banyak dengan beliau…
    Sukses selalu…

  6. NURWIDAYANI DANI permalink

    sosok seperti beliau adalah tokoh yang sangat pantas untuk dikagumi,,,
    saya berharap banget bisa bertemu dengan beliau..dan mau membagi ilmunya
    semoga allah swt mengabulkan doa saya..amin

  7. murdianah permalink

    pak syafeii adalah sosok yang sudah saya kagumi sejak lama…beliau pantas kita teladani dari kisahnya sampai ke apa yang beliau lakukan untuk perekonomian Indonesia khususnya ekonomi syariah.semoga banyak tokok-tokoh Islam seperti pak Antonio Syafeii.

  8. sahirul permalink

    mau nanya, benarkah Pak Syafei ikut dalam DBS? pun demikian dengan A’a Gym?

  9. Sadharta permalink

    tokoh yang satu ini, adalah merupakan jelmaan dari sebuah pertanyaan yang tidak terjawab yaitu, mampukah islam menjadi solusi dari permasalahan ekonomi indonesia yang carut marut maupun permasalahan ekonomi global yang menciderai hampir semua negara.

  10. andri permalink

    Ass, Pak Syafei saya mau tanya apakah benar DBS tidak HALAL, mohon penjelasannya!

  11. ibrahim permalink

    ya ALLAH yang Maha Melindungi, Maha Berilmu, Maha-Maha yang di artikan dalam ASMAUL HUSNA berilah Hidayah ASMAUL HUSNA itu kepada Saudara Kami H.Syafii Antoni karena Beliau merupakan Harta UmmatIslam yang harus tetap dilindungi karena Beliau merupakan pejuang dan pemikir Islam yang HATINYA ihlas memperjuangkan Prekonomian Berbasis Syariat Islam karena beliau sadar bahwa untuk apa di dunia ini bersenang-senang dengan kenikmatan yang semu yang akhirnya nanti di Ahirat menjadi pertanggung jawaban karena hati yang dimiliki tidak Ihlas dengan apa yang dilakukukan. Yakinlah saudaraku H.Syafii Antoni berbicaralah dengan hati nurai konsep islam semoga ALLAH melindungi Saudaraku Sesuai makna yang terkandung dalam ASMAUL HUSNA AMIN Ya ALLAH dari IBRAHIM ptpn3

  12. Umar permalink

    Saya juga mengharapkan kelak pak syafii Antonio
    menjadi presiden RI.

  13. alastuwo permalink

    Ass, Pak Syafei saya mau tanya apakah benar DBS tidak HALAL,karena saya pernah d ajak ikutan masuk jaringan DBS dan katanya Anda dan A’a Gym juga ada d situ, mohon penjelasannya!

  14. yashmin permalink

    Assalammu’alaikum Wr.Wb.,
    Semoga ilmunya senantiasa barakah pak…
    Wassalam

  15. Eko setiyanto permalink

    Pak anthonioa ada orang yang cukup berpengaruh dalam hidup.sy banyak mengenal beliau dr buku2 beliau.alhamdulillah pernah ketemu di acara makan bersama di restoran aljazera.subhanalloh beliau santun sekali…

    Jazakalloh

    Eko Setiyanto
    sekum Yayasan Al-hasanat Karawang

  16. usman k permalink

    Saya pernah ketemu dengan beliau di Mesjid nelayan palabuan ratu waktu itu beliau memberikan khutbah jumat, luar biasa beliau adalah tokoh islam yang sangat santun.
    Kapan bangsa kita mau kembali kepada tatanan ekonomi syariah yang di ridhoi Allah?
    saya berharap beliau jadi penasehat presiden bidang Ekonomi.
    sehinga beliau bisa memberikan masukan bahwa ekonomi negara yang benar adalah ekonomi
    Syariah Islam bukan Kapitalisme atau leberalisme. yang ujungnya bangsa kita menjadi sangat tergantung kepada pihak asing.
    Semoga beliau Sehat selalu dan panjang Umur.
    A m i i i n

  17. ERIA permalink

    pak antonio,saya sma org sagaranten, sukabumi, saya sangat ingin melanjutkan jejak anda meniti karir diperbankan syariah,,

  18. luar biasa. izin share….

  19. zafran hidayat permalink

    saya suka dengan sosok beliau

  20. arna permalink

    asslmkm
    pak syafii saya mau tanya arti ekonomi islam menurut pendapat bapak?

  21. subhanalloh dr. syafii adalah seorang teladan yang baik.

  22. Anonymous permalink

    Alhamdulilah sudah pernah ketemu langsung di mesjid Al Hidayah Bukit Cimanggu City Bogor.cuma sayang ga dapat bukunya…hiks

  23. Anonymous permalink

    Mudah mudahan bermunculaan warga keturunan khususnya cina seperti antonio syafii,…………..Pribumi dan wni sama kedudukannya dalam islam….semoga saudara WNI keturunan cina bertambah banyak mencari keberadaan dalam memahami islam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: