Archive for May, 2008

29
May
08

KENYATAAN SHOLAT JUMAT DI INDONESIA BELAKANGAN INI!

Wah, sebenarnya sudah lama saya mau tulis tentang hal ini. Entah kenapa, setelah solat Jumat kali ini saya baru sempat. Mungkin ada yang tidak setuju dengan saya. Kalau ada kekeliruan tentang tulisan ini silahkan koreksi, karena saya tidak punya landasan dan dalil yang kuat.

Banyak masjid sudah saya kunjungi untuk solat Jumat. Ada tempat yang jamaahnya membuat solat saya jadi khusuk dan nikmat, sedangkan sebagian besar menimbulkan keresahan saya.

Saya mulai dari yang meresahkan saya saja. Ini ilustrasi saja. Saya sarikan dari banyak kejadian.

1. Well, kotib naik ke mimbar. Waktu saya SMP, saat solat jumat di sekolah ada tulisan di papan yang dikutip dari Hadis Rasulullah “Dilarang bicara, ngobrol, dll saat khotib sudah naik mimbar karena sama saja dengan tidak solat Jumat”. Kurang lebih bahasanya begitu. Saya berasumsi, Sholat Jumat dianggap penting untuk mendengarkan khotbah untuk meng-enhance keIslam-an umat Muslim. Untuk bisa mencapai taraf itu, tentunya jamaah harus konsentrasi mendengarkan kotib. Coba perhatikan di banyak masjid, berapa persen yang memperhatikan isi kotbah? Sebagian besar tidur, sebagian kecil ada yang ngobrol di belakang (ada juga orang-orang dewasa yang melakukan ini–parahnya). Mungkin kebanyakan kotib memberikan materi yang membosankan, tidak siap, tidak mementingkan kepentingan jamaah, hanya baca buku kotbah, atau hanya sekedar menjalankan permintaan takmir masjid. Hmmm, tujuan meng-enhance ke-islaman rasa-rasanya agak ketelikung. baca artikel selengkapnya…

12
May
08

APA YANG MEREKA FIKIRKAN?

Apa yang ada dalam fikiran seorang Bapak yang mengajak anaknya (baca: memaksa) ikut naik sepeda motor tanpa helm, kemudian mengendara melawan arus? Ya, sering sekali kan kita lihat bapak membonceng anak dan melanggar lalu lintas? Ck ck ck. Apa bedanya dengan mempertontonkan pemerkosaan ibu muda di depan anaknya sendiri. Bayangkan coba, seorang anak yang sedang di’brainwashing’, dicekok’i ideologi salah dengan ketelanjangan. Nilai apa coba yang sedang diajarkan orang tua kepada anaknya. “Gini nak, peraturan dibuat untuk dilanggar”, “Yah, kalo sedikit, melanggar mah gak papa!”, “kalo gak ada polisi, melanggar aturan gak papa”.

Damn, itukah family value yang diajarkan orang tua kepada anaknya? Setahu saya mengajarkan pendidikan anak itu sulit sekali. Maka cara terefektif adalah dengan teladan (contoh). Lha ini, sudah diteladani dengan melanggar lalu lintas, tidak hanya disuruh melihat, diajak melakukan bersama-sama lagi. Persis seperti seorang Bapak memperkosa seorang ibu muda (cerita yang diulang) dihadapan anaknya, kemudian bersama-sama Bapak mengajak anak itu untuk memperkosa ibu muda itu. Apa bedanya coba? Value itu akan terrekam secara psikologis dan akan terbawa sampai mati. No wonder sekarang korupsi bagaikan tidak berdosa, meminta uang bagaikan hobi, suap dan gratifikasi seperti makan makanan supplemen, gak bisa diatur seperti rutinitas bangun tidur. Bagaimana tidak, value jelek dari orang tua tidak hanya dipertontonkan, tetapi ‘dipaksakan’ juga untuk dilaksanakan secara berjamaah.

Hmm, value lain yang saya tidak pernah bisa mengerti sebagai value ‘baik’ atau wisdom dari orang tua kebanyakan adalah “Son, tolong belikan bapak rokok!”. Seorang bapak minta dibelikan rokok kepada anaknya yang masih duduk di bangku SD. Anak di bawah umur disuruh beli rokok… Mereka tidak boleh menghisap rokok, tapi setiap hari dipaksakan membeli rokok. Sudah begitu, diperbolehkan lagi oleh penjual rokoknya. Dasar orang-orang gila. Untung keluarga saya tidak ada yang merokok.

Ada lagi. Jam 7 malam seorang Ibu memaksa anaknya untuk belajar. Tidak boleh nonton teve. Sementara Ibu dan Bapaknya asyik nonton sinetron misteri (yang menggunakan animasi nanggung dan anak, ibu, pembantu, nenek sama umurnya, dan hal-hal aneh lainnya). Ini value apa coba. Beruntung anak-anak yang bisa survive dari neraka ini dan bisa lulus sekolah dengan baik. Bagaimana orang tua macam ini bisa bertanggung jawab atas amanat Tuhan berupa anak. Bukankah orang tua mempunyai kewajiban mendidik anak dengan ‘value’ yang baik supaya anak bisa tumbuh dewasa menjadi orang baik? Untung saya tidak dibesarkan dalam keluarga bejat seperti itu.

And the young we can’t lose hope even we can’t see beyond the day, the wisdom that the old can’t give away. Kata-kata Eddie Vedder yang saya ubah sedikit. Yah, sebagai generasi muda, justru saya memaksakan teman-teman memiliki kedewasaan yang jauh lebih tinggi dari orang-orang tua yang wisdom-nya nanggung. Kalau tidak ada yang bisa diteladani, segera beranjak berfikir dan temukan wisdom yang paling logis.

Cibubur, 13 Mei 2008




a

Add to Technorati Favorites
Add to Technorati Favorites

 

May 2008
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Flickr Photos

Feather n Birds Tattoo

Field of Dreams

Moon over Sunshine Skyway bridge

More Photos