Sedikit sinis dan sombong, terpaksa saya katakan. Begini, saya mulai saja dari cerita singkat kehidupan sehari-hari di komplek perumahan saya. Saat ini saya tinggal di salah satu perumahan BTN di Bekasi. Mayoritas penduduknya bekerja di Jakarta dan sekitarnya. Nah, yang menarik adalah beberapa kavling yang belum dibangun (masih areal kosong) pasti diisi oleh para pedagang. Entah warung, entah pedagang makanan gerobak. Pernah saya tanya mereka, apakah itu kavling mereka? Bukan.
Herannya, mereka secara hukum tidak berhak atas lahan yang mereka pakai. Tapi… seolah-olah merekalah penguasa atas lahan mereka… dan sekitarnya. Misalnya pedagang nasi goreng. Dengan begitu mudahnya mengambil air dari rumah-rumah orang. Mencuci piring limbahnya dibuang seenak udel. Entah ke jalan, ke comberan, ke mana saja seenak udel mereka. Hmmm, mereka bagaikan pemilik kawasan, bisa melakukan hal seenaknya.
Belum lagi warung di sebelah rumah. Jelas-jelas pakai kavling punya orang tapi seenaknya melakukan kegiatan. Sebagian besar penghuni “sah” perumahan adalah pekerja yang pada tengah malam istirahat. Nah, si penguasa tidak sah ini justru merusak kehidupan dengan menyetel radio keras-keras sepanjang malam. Tebak lagu-lagu yang dimainkan, tentu saja Dangdut. Mereka paksa kita mendengarkan yang tidak ingin kita dengarkan. Sekali lagi, kita dipaksa. Setiap hari, maksud saya setiap malam, karena pagi hari mereka tidur (khas pemalas). Benar-benar menyebalkan. Apa yang mereka lakukan di tengah malam coba? Sambil gitar-gitaran, suara sekencang-kencangnya, mereka pikir mereka jago main gitar. Sungguh menyebalkan.
Pertanyaan selanjutnya, kenapa mereka seperti itu? They don’t belong there. Seharusnya mereka diusir. Tapi atas nama kemanusiaan, mereka dengan tertawa bisa melakukan hal seenaknya. Mereka pasti tertawa tidak perlu beli kavling, tidak perlu bayar listrik, tidak perlu urus ijin, bisa kerja bermalas-malasan, dan lain-lain jelek. Saya sih berharap ada orang yang sedikit kejam menggusur mereka, dan akan saya dukung… (agak jahat sih). Tapi kalau tidak dilakukan penggusuran, terjadilah ketidakadilan. Dan melihat ketidakadilan jika dibiarkan saja, sama saja kita berbuat tidak adil. Damn kemanusiaan. Mereka tidak berhak atas hak orang lain, apalagi terjadi penggangguan secara paksa atas kenyamanan orang lain. Gusur, gusur, gusur! BACA SELENGKAPNYA ARTIKEL INI…





Recent Comments