Seri 2 Anti Egoisme di Jalan Raya
Nah pada seri 2 ini, saya ambilkan beberapa foto tentang kelakuan pengendara motor di Jakarta (sedikit saja sih). Jangan marah, ini hanya komentar subyektif saya saja…
(klik gambar untuk memper’gedhe’)
Maafkan saya karena menyebut orang tua ini egois. Tapi ada sebutan lain untuk orang tua yang dengan mudahnya membahayakan anak yang masih kecil dan istrinya? Menurut saya sih orang tua yang egois.
Nah, ini lagi. Maksudnya apa coba, ngebut di kondisi hujan dengan perlengkapan yang gak mumpuni.Kelihatan gak rapi. Bikin malu generasi muda sajha!
Kalau masih ada orang muda berfikiran bahwa pakai helm akan de-exposure kegantengan kamu, coba lihat poto di atas. Saya fikir dengan tidak pakai helm justru membuat orang itu kelihatan bodoh, ya.
Gak ada hubungannya antara tingkat kealiman dengan keselamatan di jalan raya. Kalau alim, ya taati peraturan. Mentang-mentang alim, njuk gak mau pakai helm. Alimnya palsu dong.
“till death do us apart” Hahaha…klasik banget. Kenapa gak “menjaga hidup untu bersama”? Ada-ada aja dua orang ini. Fyuh, hidup yang aneh.
*** resensi bagus: http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/05/22/gue-gak-bangga-jadi-anak-jakarta/ ***











0 Responses to “Helm Lagi, Helm Lagi (part Deux)”