20
Oct
09

TOKOH PILIHAN: ANTON APRIANTONO

r9YoUPVFXmSelesai sudah tugas Anton Apriantono sebagai Menteri Pertanian. Diantara menteri-menteri di Kabinet Indonesia Bersatu jilid I yang paling saya apresiasi atas kinerjanya adalah Bapak Anton Apriantono ini. Saya menaruh hormat lebih dikarenakan prosesnya, dibandingkan dengan hasilnya yang kebetulan juga luar biasa, yaitu berswasembada pangan untuk beberapa jenis bahan pangan tahun 2008–yang pada saat yang sama dunia justru mengalami penurunan produksi 5 %. Memang luar biasa. Bisa swasembada pangan (beras utamanya) pada saat ini merupakan hal yang hampir mustahil. Apalagi ketika Anton Apriyantono baru terpilih menjadi Menteri Pertanian, Indonesia adalah negera importir beras terbesar. Kita tahu ribuan hektar lahan pertanian berubah menjadi perumahan, mal, dan lain-lain. Di saat areal pertanian berkurang, jumlah penduduk semakin membengkak, eh, justru kita berswasembada beras. Prestasi ini juga lebih luar biasa dibandingkan zaman Pak Harto yang ketika itu swasembada hanya 90 % dan sisanya impor.

Sebagai seorang pejabat negara, Anton Apriantono adalah sosok yang sangat sederhana. Ketika diangkat menjadi menteripun beliau baru selesai mencicil rumahnya di Bogor. Makanya oleh media beliau dijuluki menteri termiskin. Ketika jadi Menteripun beliau tetap sederhana. Berdasarkan tulisan-tulisan yang pernah saya baca, Pak Anton tidak pernah mau naik pesawat di kelas Bisnis, selalu ekonomi, kecuali jika kelas ekonomi sudah habis. Ketika berkunjung ke luar daerah pun beliau tidak mau menginap di hotel berbintang lebih dari bintang 3. Bahkan beliau lebih memilih menginap di rumah petani dari pada di hotel. Luar biasa. Prinsip beliau, pemimpin harus menjadi teladan bawahannya. Apalagi departemen yang beliau pimpin menaungi jutaan petani yang hidupnya di bawah garis kemiskinan.

Jika dibandingkan dengan menteri yang lain, Anton Apryantono jelas yang paling sederhana. Di rumah dinasnya di Widya Chandra hanya akan ditemui 2 buah mobil, yaitu Camry RI 24 sebagai mobil dinas dan Kijang tahun 1994. Bayangkan dengan menteri lain, apalagi Abu Rizal Bakri.

Walaupun sekarang sudah tidak menjadi menteri lagi, saya secara pribadi sangat menaruh hormat kepada Bapak. Saya berharap pengganti Bapak, yang kemungkinan akan dijawab oleh Bapak Suswono–yang saya tahu reputasinya sangat bersih dan antikorupsi, bisa melanjutkan program-program yang sudah bapak buat.

Berikut beberapa tulisan menarik mengenai Anton Apriantono:

1. http://masrob.multiply.com/journal/item/136/Anton_Apriantono_Menteri_Termiskin_di_Kabinet_Indonesia_Bersatu_

2. http://www.beritakota.co.id/bk-minggu/lakon/7985-anton-apriantono.html

3. http://nijipks.blog.friendster.com/2009/03/anton-apriyantono-arsitek-swasembada-indonesia/

15
Oct
09

Invasi Batik ke Negeri Orang

Saya bukan penggemar sejati batik. Bahkan saya gak punya batik mahal. Hanya batik-batik murah berharga kurang dari 200 ribu. Tapi fakta bahwa batik pada tanggal 2 Oktober 2009 kemarin ditetapkan UNESCO sebagai warisan asli Indonesia, tentu saya sangat bangga. Sesuai anjuran SBY untuk pakai batik pada tanggal tersebut, sayapun laksanakan. Hanya saja waktu itu saya berketepatan berada di Inggris. Walaupun udara dingin dan harus pakai jaket, baju di dalamnya tetap batik. Andaikan ada jaket bermotif batik, hari itu juga pasti saya pakai. Saking bangganya batik resmi jadi “asli Indonesia poenja”, saya pakai batik untuk makan di restoran Al Muntaha, Burj Al Arab, Dubai. Katanya Burj Al Arab ini adalah Hotel Bintang 7 satu-satunya di dunia. Rasanya pas kalau pamer batik di hotel termahal di dunia.

Saya jadi ingat, tahun lalu sayapun pakai batik ketika berada di Belgia. Walaupun udara dingin karena saat itu sedang musim dingin, dengan bangga saya menunjukkan batik itu di jalanan kota Brussel.

Hmm… rasanya saya akan menjadikan kebiasaan memakai batik di negeri orang sebagai kewajiban untuk diri pribadi. Sekedar mencintai negeri ini dengan tulus. Kenapa enggak?

Baca juga: http://eftianto.wordpress.com/2007/11/14/batik-untuk-anak-muda/#more-9820091002 YORK copyalmuntaha copy

BRUSSEL-BATIK copy

22
Aug
09

SEKALI LAGI: BENNY & MICE


Sudah banyak yang membahas tentang Benny & Mice saat ini. Saya ingat ketika pertama kali kartun ini muncul di harian Kompas setiap minggunya di kisaran tahun 2003. Saat itu saya tinggal di Jogja sebagai mahasiswa. Awalnya agak risih juga ada kartun yang gambarnya berantakan. “Kartun gini kok ada di Kompas, sih?”. Tapi setelah saya ikuti beberapa seri, ternyata selain lucu, kartun Benny & Mice benar-benar deskriptif. Dengan media yang begitu sempit, kartun ini bisa menggambarkan detil sedetil-detilnya. Dengan ciri goresan setiap garis, gambaran dari kartun ini begitu mengena karena hal-hal yang digambarkan memang apa yang saya alami dan lihat. Sejak itulah saya menyatakan diri sebagai fans Benny dan Mice sampai sekarang. Semua buku, mulai dari Lagak Jakarta, sampai 100 Tokoh Yang Mewarnai Jakarta saya beli (walaupun saya adalah orang yang jarang beli buku.
…baca dan lihat kartun selanjutnya…

22
Jun
09

GUYON: KISAH 3 RESERSE TERBAIK DI DUNIA!

Kartun ini aslinya digambar dan ditulis oleh JOE SACCO dari bukunya PALESTINE (Fantagraphics Books 2003)
yang telah diubah teks dan maknanya…

22
Oct
08

TOKOH PILIHAN: Ekonom Islam Muhammad Syafii Antonio, MSc.

Salah satu tokoh yang menurut saya sangat membanggakan saat ini adalah Bapak M. Syafii Antonio. Figur seorang Muslim yang seharusnya menjadi pancaran seorang Muslim sesungguhnya: cerdas, mencari solusi permasalahan, tenang, bersahaja, tidak sombong, penuh senyum. Andai citra seorang Muslim yang tergambar di seluruh dunia adalah seperti Bapak M. Syafii Antonio, saya yakin umat Muslim di dunia akan memiliki citra terbaik. Islam sebagai rahmatan lil alamin. Mudah-mudahan Bapak Antonio Syafei bisa menjadi teladan orang-orang muda saat ini.

Berikut saya forward sedikit kisah tentang Bapak Antonio Syafei dari http://www.mualaf.com.

Saya lahir di Sukabumi, Jawa Barat, 12 mei 1965. Nama asli saya Nio Cwan Chung. Saya adalah WNI keturunan Tionghoa. Sejak kecil saya mengenal dan menganut ajaran Konghucu, karena ayah saya seorang pendeta Konghucu. baca selanjutnya artikel ini…

19
Oct
08

PESEPAKBOLA MUSLIM

franckribery_wideweb__470x3220.jpgBarusan saya baca di detik.com tentang Franck Ribery yang ternyata seorang Muslim. Cukup menarik karena ternyata dia seorang Mualaf dan sering menunjukkan cara berdoa Muslim sebelum bermain ke lapangan hijau (yang tentunya mendapat cibiran). Ternyata, banyak sekali pesepak bola dunia yang cukup terkenal yang beragama Islam. Sebut aja Kolo Toure dan Robie Van Persie dari Arsenal. Zlatan Ibrahimovicnya Inter Milan, Louis Sahanya Manchaster United, Zidane tentunya, sampai mantan pelatih Perancis Philippe Troussier. Menarik dan cukup membanggakan karena mereka menjadi pesepakbola yang memiliki skill tinggi dan menjadi tulang punggung klubnya masing-masing.

Berikut kutipan artikel yang saya ambil dari
http://www.republika.co.id/korandetail.asp?id=261175&katid=376

Franck Ribery hanya diketahui berpindah agama setelah dia bermain untuk klub Galatasaray di Turki.

Usai pembukaan Piala Dunia 2006, nama Franck Ribery menjadi buah bibir. Bukan tentang kehebatannya menggiring atau menendang bola, bidang yang membesarkan namanya. namun tentang kebiasaannya menengadahkan tangan saat berdoa, khas Muslim. Saya berharap dia berpikir lurus dan kembali ke agamanya yang lama, tulis seorang penggemar fanatiknya di papan dialog situs Islamonline.net.
BACA SELENGKAPNYA ARTIKEL INI…

07
Oct
08

MUDIK 2008: CATHATHAN PERJALANAN!

Summary:

Tujuan Mudik: Metro, Lampung
Tanggal Keberangkatan: 28 September 2008 (Minggu) atau H-3
Moda Transportasi: Kendaraan Pribadi (ups…mobil kantor maksudnya)

Jam 1/2 8 pagi (28 September 2008)

Perjalanan dari Cibubur ke Stasiun Jatinegara untuk jemput adik dan sepupu yang naik kereta dari Jogja. Perjalanan sangat lancar di tol, tapi seperti biasa sangat ndak lancar di depan stasiun. Bis dan mikrolet menjelang lebaran gak berubah, tetap ‘bedebah’.

Jam 8.15 pagi (28 September 2008)

Perjalanan sesungguhnya dimulai. Kita putuskan langsung masuk tol menuju Merak. Sudah hari Minggu, libur lebaran, masih pagi pula, jalan tol begitu luar biasa menyenangkan. Sepi. Andai Jakarta selalu seperti hari ini.

Kurang Lebih Jam 8.24-an (28 September 2008)

Kita masuk gerbang tol Karang Tengah. Cepat juga ya. Berhubung jalan tol sepi, jadi bisa ‘ngegas’ sampe 120 km/jam. Pengennya lebih dari itu, berhubung pakai mobil kantor yang ber CC hanya 1.300, ya sudah… kecepatan segitu aja mobil sudah oleng. Kurang lebih 5 km dari gerbang tol Karang Tengah ada mobil truk terguling. Sayang gak lihat kejadiannya, tau tau mobil sudah terguling (seperti terlihat pada foto di bawah ini). Penyebab kemungkinan ban pecah.

It’s a little bit scarry juga lihat kejadian kecelakaan di jalan. Apalagi berita-berita seputar arus mudik di teve swasta (maaf, gak pernah nonton teve negeri), kecelakaan mulai ramai di sepanjang jalur mudik dengan tingkat ‘keparahan’ yang memaksa untuk berfikir hati-hati (walau sesaat). Fyuh.. baca selengkapnya tulisan ini…

18
Sep
08

PENGALAMAN ‘PAKE’ DEREK JALAN TOL

Akhirnya mimpi buruk itu terjadi juga. Pihak bengkel Suzuki sudah warning untuk segera ganti kopling mobil. Berhubung bulan ini baru ganti onderdil yang berhubungan dengan power steering, musti ganti kopling jadi mahal banget… ditotal-total sampe 4.5 juta. Fyuh… Makanya diputuskan ganti koplingnya ntar-ntar aja…

Jadi cerita bermula ketika aku mau bayar tol di pintu tolĀ  TMII. Pas mau bayar, kopling already mati. Mau masuk gigi 1 gak bisa… O no… pasti koplingnya sudah ngambek… Benar aja… Tan tin tun dari mobil di belakang sudah membahana meminta Balenoku segera menyingkir. Untung satpam datang membantu menyingkirkan Si Abu-abu ini. Dengan baik hati Pak Satpam menawarkan untuk memanggilkan mobil derek resmi. Langsung terbayang deh cerita-cerita mengerikan tentang mobil derek di jalan tol. Dengan nada sok tahu aku bilang, “…boleh pak, sampe exit tol terdekat gratis kan?”. Si Satpam bilang, “…lo kenapa gak ke bengkel terdekat aja, Pak!” Semerbak bau korupsi mulai terasa… “gak pak… nanti dari bengkel Suzuki akan derek mobil saya.” baca selengkapnya cerita ini…

15
Aug
08

PENGAMAT POLITIK KITA SEMAKIN TIDAK INDEPENDENT!

Ada apa dengan para pengamat politik kita? Kenapa mereka sarat dengan muatan ideologi yang dipaksakan kepada seluruh rakyat Indonesia, yaitu ideologi universalitas? Kenapa mereka memaksakan suatu sistem politik atas nama demokrasi? Demokrasi kok maksa…

Simak cuplikan berita dari:

http://www.inilah.com/berita/2008/08/15/43961/jadi-caleg-kok-harus-bisa-ngaji/

Tidak baru sekali ini saja. PKS selalu diolok-olok sebagai partai eksklusif. Para pengamat menganggap hal itu tidak demokratis dan memaksa PKS untuk inklusif. Belum lagi ketika PKS secara intern menginginkan capres Balita (bawah lima puluh tahun). Seluruh pengamat menganggap hal itu sebagai sesuatu yang tidak demokratis. Sungguh lucu. PKS melakukan itu kan hanya intern partai saja. PKS inklusif juga urusan dalam partai. Kalau berbicara demokratis, justru perbedaan itu kan inti dari demokrasi. Kalau semua harus universal kenapa ada sistem kepartaian…? Demokrasi macam apa ini memaksakan kehendak…

Rasanya kok ada agenda besar dari pengamat-pengamat politik. Mereka sebagian besar lulusan luar negeri, yang kegiatan saat ini juga didonori luar negeri. Biarkan ketika Megawati yang secara internal partai dipilih secara tidak demokratis (dalam skala interna partai), biarlah partai Islam berasas Islam (memang apa yang salah dengan asas Islam?), biarlah calon independen menjadi calon presiden. Toh rakyay yang akan memutuskan, bukan pengamat politik yang picik yang sempit pemikiran ideologisnya. La kalau rakyat memilih presiden di bawah umur lima puluh tahun, lalu apakah itu tidak demokratis? La kalau ternyata rakyat memilih Megawati yang tidak bisa apa-apa lalu menjadi tidak demokratis? La kalau rakyat memilih Wiranto yang berdarah-darah lalu dianggap tidak demokratis? Tidak ada yang baku dalam politik… Pemaksaan sistem politik universalitas itu yang tidak demokratis. Jangan lagi Saiful Munjani menghujat PKS hanya karena mereka berasas Islam. Jangan pula Yudi Latif memaksakan syarat caleg intern partai islam dengan boleh tidak bisa mengaji (itu urusan intern partai…). Biarkanlah politik berjalan sesuai apa adanya, toh rakyat yang akan memilih… Kalau rakyat memilih partai yang mewajibkan calegnya harus bisa mengaji njuk ngopo? Njuk ora demokratis? Opo maksude? Ketakutan kalau ideologi sekulerisme gagal (padahal itu titipan para pendonor?) Hmm… Kalau penuh kekerasan, itu baru tidak demokratis…

Dasar… pengamat politik mbladusan… keminter…

14
Jul
08

(KOLEKSI LAMA) SENTOSA ISLAND

Iseng-iseng buka folder foto, ketemu foto ‘lumayan’ waktu ke Sentosa Island Singapore (untuk yang ke-2 kalinya–ngapain coba nonton beginian sampe 2 kali, bodohnya) pada bulan April 2008 lalu. Beruntung sempet bawa tripod, jadi berhasil memotret permainan laser di Song of The Sea. Berikut hasil bidikan seorang amatir–maksudnya saya (sayang resolusinya kekecilan, jadi agak pecah dan nggak tajam)

lihat foto selengkapnya…

10
Jul
08

MUNGKINKAH SERIAL 24 DIANGKAT DARI KISAH NYATA?

Serial 24 season 1, 2, dan 3 menjadi referensi saya tentang bagaimana sebenarnya sebuah intelijen negara bekerja. Lebih dari itu juga, saya selalu meyakini gambaran umum dalam serial ini adalah juga gambaran umum realita kehidupan politik di Amerika.

Coba kita simak dalam Season 2 yang bercerita tentang rencana pengeboman nuklir di salah satu kota di Amerika. Kalau dalam banyak versi film ala Holywood, penjahat pasti kalau bukan orang Islam, ya orang Rusia. Tapi dalam serial ini, diceritakan bagaimana kompleksnya sebuah unit kegiatan terorisme (dalam serial ini, sang jagoan ‘Jack Bauer’ bekerja sebagai intelijen di Contra Terrorist Unit (CTU)). Okelah, serial ini memang hanya rekaan dipaksakan harus terpecahkan dalam waktu 24 jam. Tapi bagaimana otak saya terbuka ketika penggamabaran dalam season 2 ini mirip dengan aksi 911 yang meruntuhkan 2 gedung WTC… Semua orang menyudutkan Islam–sampai sekarang, ribuan nyawa mati sia-sia oleh serbuan militer Amerika. Tapi apakah memang demikian yang terjadi…?

baca selengkapnya artikel ini…

10
Jul
08

MEJA KERJA – ku!

22
Jun
08

20 ORANG-ORANG YANG HARUS KITA KASIHANI

Yes, memang tulisan ini sinis dan menyakitkan. Tapi saya harus melakukannya sebagai bagian dari koreksi diri saya pribadi. Mereka ini yang menjadi pembentuk karakter bangsa saat ini (dan tentu saja saya ada di dalamnya). Apa karakter bangsa Indonesia saat ini yang terbaca dalam fikiran anda? Egoisme, ketidakpedulian, korupsi, dan lain-lain…? Poor us. Kita memang patut dikasihani jika memang itu karakter bangsa kita. Berikut 20 orang-orang yang ada dalam fikiran saya. Ya, tentu saja ini klaim pribadi. Dan, siapa yang peduli bahwa tulisan saya ini benar atau tidak. Hey, society. Hope you’re not angry with this.

  1. Pengamen yang selalu berfikir, “…biar gua ngamen yang penting halal!” Are you sure itu halal? Memang yang berhak menilai sesungguhnya adalah Tuhan apakah itu dosa atau tidak, halal atau haram. Tapi ayo kita bedah bersama-sama. Sebuah keluarga yang sedang asyik makan di kaki lima sebuah mal sambil bercerita-cerita yang menyenangkan karena sangat jarang keluarga ini keluar bersama untuk makan (low budget), tiba-tiba datang pengamen coming out of the blue teriak-teriak diiringi genjrengan gitar dengan skill kurang terasah, menyanyikan lagu Indonesia. Percakapan keluarga terpaksa dihentikan. Ibu mencoel tangan sang bapak. Maksudnya ada recehan nggak? Lebih tepat maksudnya adalah punya recehan untuk ngusir pengamen itu gak? Duar… Artinya apa? Sebenarnya, pengamen itu mengganggu. Dia datang tidak diminta dan tiba-tiba mengganggu orang lain. Mana ada melakukan perbuatan tidak menyenangkan itu halal. Dalam KUHP buatan manusia saja perbuatan tidak menyenangkan dikategorikan tindakan pidana. So, fikirkan lagi kalau mengamen itu adalah melakukan sesuatu yang halal. Baca artikel terkait di http://yulian.firdaus.or.id/2005/02/13/pengamen-jalanan/ . baca selengkapnya artikel ini…
29
May
08

KENYATAAN SHOLAT JUMAT DI INDONESIA BELAKANGAN INI!

Wah, sebenarnya sudah lama saya mau tulis tentang hal ini. Entah kenapa, setelah solat Jumat kali ini saya baru sempat. Mungkin ada yang tidak setuju dengan saya. Kalau ada kekeliruan tentang tulisan ini silahkan koreksi, karena saya tidak punya landasan dan dalil yang kuat.

Banyak masjid sudah saya kunjungi untuk solat Jumat. Ada tempat yang jamaahnya membuat solat saya jadi khusuk dan nikmat, sedangkan sebagian besar menimbulkan keresahan saya.

Saya mulai dari yang meresahkan saya saja. Ini ilustrasi saja. Saya sarikan dari banyak kejadian.

1. Well, kotib naik ke mimbar. Waktu saya SMP, saat solat jumat di sekolah ada tulisan di papan yang dikutip dari Hadis Rasulullah “Dilarang bicara, ngobrol, dll saat khotib sudah naik mimbar karena sama saja dengan tidak solat Jumat”. Kurang lebih bahasanya begitu. Saya berasumsi, Sholat Jumat dianggap penting untuk mendengarkan khotbah untuk meng-enhance keIslam-an umat Muslim. Untuk bisa mencapai taraf itu, tentunya jamaah harus konsentrasi mendengarkan kotib. Coba perhatikan di banyak masjid, berapa persen yang memperhatikan isi kotbah? Sebagian besar tidur, sebagian kecil ada yang ngobrol di belakang (ada juga orang-orang dewasa yang melakukan ini–parahnya). Mungkin kebanyakan kotib memberikan materi yang membosankan, tidak siap, tidak mementingkan kepentingan jamaah, hanya baca buku kotbah, atau hanya sekedar menjalankan permintaan takmir masjid. Hmmm, tujuan meng-enhance ke-islaman rasa-rasanya agak ketelikung. baca artikel selengkapnya…

12
May
08

APA YANG MEREKA FIKIRKAN?

Apa yang ada dalam fikiran seorang Bapak yang mengajak anaknya (baca: memaksa) ikut naik sepeda motor tanpa helm, kemudian mengendara melawan arus? Ya, sering sekali kan kita lihat bapak membonceng anak dan melanggar lalu lintas? Ck ck ck. Apa bedanya dengan mempertontonkan pemerkosaan ibu muda di depan anaknya sendiri. Bayangkan coba, seorang anak yang sedang di’brainwashing’, dicekok’i ideologi salah dengan ketelanjangan. Nilai apa coba yang sedang diajarkan orang tua kepada anaknya. “Gini nak, peraturan dibuat untuk dilanggar”, “Yah, kalo sedikit, melanggar mah gak papa!”, “kalo gak ada polisi, melanggar aturan gak papa”.

Damn, itukah family value yang diajarkan orang tua kepada anaknya? Setahu saya mengajarkan pendidikan anak itu sulit sekali. Maka cara terefektif adalah dengan teladan (contoh). Lha ini, sudah diteladani dengan melanggar lalu lintas, tidak hanya disuruh melihat, diajak melakukan bersama-sama lagi. Persis seperti seorang Bapak memperkosa seorang ibu muda (cerita yang diulang) dihadapan anaknya, kemudian bersama-sama Bapak mengajak anak itu untuk memperkosa ibu muda itu. Apa bedanya coba? Value itu akan terrekam secara psikologis dan akan terbawa sampai mati. No wonder sekarang korupsi bagaikan tidak berdosa, meminta uang bagaikan hobi, suap dan gratifikasi seperti makan makanan supplemen, gak bisa diatur seperti rutinitas bangun tidur. Bagaimana tidak, value jelek dari orang tua tidak hanya dipertontonkan, tetapi ‘dipaksakan’ juga untuk dilaksanakan secara berjamaah.

Hmm, value lain yang saya tidak pernah bisa mengerti sebagai value ‘baik’ atau wisdom dari orang tua kebanyakan adalah “Son, tolong belikan bapak rokok!”. Seorang bapak minta dibelikan rokok kepada anaknya yang masih duduk di bangku SD. Anak di bawah umur disuruh beli rokok… Mereka tidak boleh menghisap rokok, tapi setiap hari dipaksakan membeli rokok. Sudah begitu, diperbolehkan lagi oleh penjual rokoknya. Dasar orang-orang gila. Untung keluarga saya tidak ada yang merokok.

Ada lagi. Jam 7 malam seorang Ibu memaksa anaknya untuk belajar. Tidak boleh nonton teve. Sementara Ibu dan Bapaknya asyik nonton sinetron misteri (yang menggunakan animasi nanggung dan anak, ibu, pembantu, nenek sama umurnya, dan hal-hal aneh lainnya). Ini value apa coba. Beruntung anak-anak yang bisa survive dari neraka ini dan bisa lulus sekolah dengan baik. Bagaimana orang tua macam ini bisa bertanggung jawab atas amanat Tuhan berupa anak. Bukankah orang tua mempunyai kewajiban mendidik anak dengan ‘value’ yang baik supaya anak bisa tumbuh dewasa menjadi orang baik? Untung saya tidak dibesarkan dalam keluarga bejat seperti itu.

And the young we can’t lose hope even we can’t see beyond the day, the wisdom that the old can’t give away. Kata-kata Eddie Vedder yang saya ubah sedikit. Yah, sebagai generasi muda, justru saya memaksakan teman-teman memiliki kedewasaan yang jauh lebih tinggi dari orang-orang tua yang wisdom-nya nanggung. Kalau tidak ada yang bisa diteladani, segera beranjak berfikir dan temukan wisdom yang paling logis.

Cibubur, 13 Mei 2008




a

Add to Technorati Favorites
Add to Technorati Favorites

 

November 2009
M T W T F S S
« Oct    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Flickr Photos

Jump!

Ripped Knees

Bamburgh Castle

More Photos