07
Oct
08

MAL KARTINI LAMPUNG: THE WORST ‘MAL’ EVER!

Sejak pertama kali kunjungan saya ke Mal Kartini (berlokasi di Jalan Kartini, Bandar Lampung), rasanya ingin cepat-cepat keluar dari Mal ini dan tidak akan pernah kembali lagi, ever!

Sepintas, facade bangunan tidak ada yang salah. Bertengger tulisan MAL KARTINI dengan anchor tenant Matahari. Masalah pertama dimulai ketika kita akan parkir mobil.

Kondisi saat akan masuk parkir mobil seperti ini: jalan satu arah menanjak sedikit, terus turun. Saat turun ini pasti macet karena ternyata di ujung turunan (sebelum jalan mendatar lagi) ada pos parkir. Luar biasa anehnya ada pos parkir di ujung turunan kurang lebih 120 meter panjangnya. Gawatnya jalan sempit satu arah ini harus disela sepeda motor yang parkirnya sebelum pos parkir mobil ini. Jadi kebanyakan motor lewat kiri pengendara mobil, lalu memotong jalan, belok kanan untuk parkir. What a mess.

baca selengkapnya hujatan ini…

07
Oct
08

MUDIK 2008: CATHATHAN PERJALANAN!

Summary:

Tujuan Mudik: Metro, Lampung
Tanggal Keberangkatan: 28 September 2008 (Minggu) atau H-3
Moda Transportasi: Kendaraan Pribadi (ups…mobil kantor maksudnya)

Jam 1/2 8 pagi (28 September 2008)

Perjalanan dari Cibubur ke Stasiun Jatinegara untuk jemput adik dan sepupu yang naik kereta dari Jogja. Perjalanan sangat lancar di tol, tapi seperti biasa sangat ndak lancar di depan stasiun. Bis dan mikrolet menjelang lebaran gak berubah, tetap ‘bedebah’.

Jam 8.15 pagi (28 September 2008)

Perjalanan sesungguhnya dimulai. Kita putuskan langsung masuk tol menuju Merak. Sudah hari Minggu, libur lebaran, masih pagi pula, jalan tol begitu luar biasa menyenangkan. Sepi. Andai Jakarta selalu seperti hari ini.

Kurang Lebih Jam 8.24-an (28 September 2008)

Kita masuk gerbang tol Karang Tengah. Cepat juga ya. Berhubung jalan tol sepi, jadi bisa ‘ngegas’ sampe 120 km/jam. Pengennya lebih dari itu, berhubung pakai mobil kantor yang ber CC hanya 1.300, ya sudah… kecepatan segitu aja mobil sudah oleng. Kurang lebih 5 km dari gerbang tol Karang Tengah ada mobil truk terguling. Sayang gak lihat kejadiannya, tau tau mobil sudah terguling (seperti terlihat pada foto di bawah ini). Penyebab kemungkinan ban pecah.

It’s a little bit scarry juga lihat kejadian kecelakaan di jalan. Apalagi berita-berita seputar arus mudik di teve swasta (maaf, gak pernah nonton teve negeri), kecelakaan mulai ramai di sepanjang jalur mudik dengan tingkat ‘keparahan’ yang memaksa untuk berfikir hati-hati (walau sesaat). Fyuh.. baca selengkapnya tulisan ini…

22
Sep
08

GUYON: KISAH 3 RESERSE TERBAIK DI DUNIA!

Kartun ini aslinya digambar dan ditulis oleh JOE SACCO dari bukunya PALESTINE (Fantagraphics Books 2003)
yang telah diubah teks dan maknanya…

Kartun saduran ini untuk menyindir kinerja POLRI di medio September 2008 di mana POLRI “ketahuan” ketidakprofesionalan mereka ketika “dugaan” salah tangkap terhadap pelaku pembunuhan Asrori. Saat itu, Ryan ësang penjagal dari Jombangí mengaku membunuh Asrori dan dibuktikan dengan mayat di halaman rumah Ryan di Jombang dan dikonfrontir dengan hasil Tes DNA keluarga Asrori yang positif. Padahal saat itu sudah ada 2 orang yang divonis 12 tahun dan 17 tahun penjara karena ‘dianggap’ membunuh Asrori. Kedua orang itu mengaku “dihajar” polisi dengan cara-cara tidak “manusia banget”, dan terpaksa mereka mengaku membunuh Asrori. Sejak kejadian ini, bermuncullah berita-berita di media massa mengenai korban-korban ‘pemerkosaan HAM’ lainnya.

Kesimpulannya, untuk mendapatkan pengakuan sebuah kejahatan, POLRI harus meng-convert manusia menjadi keledai, lalu dengan kedunguan terpaksa keledai itu, maka didapatilah ‘pengakuan kejahatan’. Yah, begitulah SOP POLRI. Padahal di pengadilan, pengakuan pelaku bukan merupakan alat utama menjerat pelaku kejahatan. Yang lebih penting adalah bukti dan saksi. Lah, mengingat untuk jadi Polisi RI musti nyogok duit, gak peduli sanggup atau tidak, terpaksa kemampuan teknis dan intelektual terpinggirkan… bukti dan saksi sulit didapat, ya pengakuan ini yang dijadikan hal utama. Kasihan hukum di Indonesia. Mudah-mudahan seperti ‘kata mudah’ para jenderal TNI, “ini hanya oknum…!” Mudah-mudahan juga, hal ini membangkitkan self esteem anggota POLRI untuk malu tidak berlaku profesional, tergerak hati kecilnya ketika kebanggaan korps terinjak-injak oleh rekan mereka yang tidak profesional, dan kemudian dengan dada membusung dan berteriak, “…kami polisi profesional dan akan bekerja profesional! Kami tidak akan menyia-nyiakan pajak yang dibayar masyarakat untuk sia-sia! Kami akan melayani masyarakat dengan bangga dan profesional sebagai bentuk penghargaan tertinggi kepada rakyat yang telah membiayai kami! Kami polisi profesional!”

Ayolah, tunjukkan kebanggan kalian sebagai Abdi Negara! Bangkitlah POLRI….

22
Sep
08

TOKOH PILIHAN: Ekonom Islam Muhammad Syafii Antonio, MSc.

Salah satu tokoh yang menurut saya sangat membanggakan saat ini adalah Bapak M. Syafii Antonio. Figur seorang Muslim yang seharusnya menjadi pancaran seorang Muslim sesungguhnya: cerdas, mencari solusi permasalahan, tenang, bersahaja, tidak sombong, penuh senyum. Andai citra seorang Muslim yang tergambar di seluruh dunia adalah seperti Bapak M. Syafii Antonio, saya yakin umat Muslim di dunia akan memiliki citra terbaik. Islam sebagai rahmatan lil alamin. Mudah-mudahan Bapak Antonio Syafei bisa menjadi teladan orang-orang muda saat ini.

Berikut saya forward sedikit kisah tentang Bapak Antonio Syafei dari http://www.mualaf.com.

Saya lahir di Sukabumi, Jawa Barat, 12 mei 1965. Nama asli saya Nio Cwan Chung. Saya adalah WNI keturunan Tionghoa. Sejak kecil saya mengenal dan menganut ajaran Konghucu, karena ayah saya seorang pendeta Konghucu. baca selanjutnya artikel ini…

18
Sep
08

PENGALAMAN ‘PAKE’ DEREK JALAN TOL

Akhirnya mimpi buruk itu terjadi juga. Pihak bengkel Suzuki sudah warning untuk segera ganti kopling mobil. Berhubung bulan ini baru ganti onderdil yang berhubungan dengan power steering, musti ganti kopling jadi mahal banget… ditotal-total sampe 4.5 juta. Fyuh… Makanya diputuskan ganti koplingnya ntar-ntar aja…

Jadi cerita bermula ketika aku mau bayar tol di pintu tol  TMII. Pas mau bayar, kopling already mati. Mau masuk gigi 1 gak bisa… O no… pasti koplingnya sudah ngambek… Benar aja… Tan tin tun dari mobil di belakang sudah membahana meminta Balenoku segera menyingkir. Untung satpam datang membantu menyingkirkan Si Abu-abu ini. Dengan baik hati Pak Satpam menawarkan untuk memanggilkan mobil derek resmi. Langsung terbayang deh cerita-cerita mengerikan tentang mobil derek di jalan tol. Dengan nada sok tahu aku bilang, “…boleh pak, sampe exit tol terdekat gratis kan?”. Si Satpam bilang, “…lo kenapa gak ke bengkel terdekat aja, Pak!” Semerbak bau korupsi mulai terasa… “gak pak… nanti dari bengkel Suzuki akan derek mobil saya.” baca selengkapnya cerita ini…

15
Aug
08

PENGAMAT POLITIK KITA SEMAKIN TIDAK INDEPENDENT!

Ada apa dengan para pengamat politik kita? Kenapa mereka sarat dengan muatan ideologi yang dipaksakan kepada seluruh rakyat Indonesia, yaitu ideologi universalitas? Kenapa mereka memaksakan suatu sistem politik atas nama demokrasi? Demokrasi kok maksa…

Simak cuplikan berita dari:

http://www.inilah.com/berita/2008/08/15/43961/jadi-caleg-kok-harus-bisa-ngaji/

Tidak baru sekali ini saja. PKS selalu diolok-olok sebagai partai eksklusif. Para pengamat menganggap hal itu tidak demokratis dan memaksa PKS untuk inklusif. Belum lagi ketika PKS secara intern menginginkan capres Balita (bawah lima puluh tahun). Seluruh pengamat menganggap hal itu sebagai sesuatu yang tidak demokratis. Sungguh lucu. PKS melakukan itu kan hanya intern partai saja. PKS inklusif juga urusan dalam partai. Kalau berbicara demokratis, justru perbedaan itu kan inti dari demokrasi. Kalau semua harus universal kenapa ada sistem kepartaian…? Demokrasi macam apa ini memaksakan kehendak…

Rasanya kok ada agenda besar dari pengamat-pengamat politik. Mereka sebagian besar lulusan luar negeri, yang kegiatan saat ini juga didonori luar negeri. Biarkan ketika Megawati yang secara internal partai dipilih secara tidak demokratis (dalam skala interna partai), biarlah partai Islam berasas Islam (memang apa yang salah dengan asas Islam?), biarlah calon independen menjadi calon presiden. Toh rakyay yang akan memutuskan, bukan pengamat politik yang picik yang sempit pemikiran ideologisnya. La kalau rakyat memilih presiden di bawah umur lima puluh tahun, lalu apakah itu tidak demokratis? La kalau ternyata rakyat memilih Megawati yang tidak bisa apa-apa lalu menjadi tidak demokratis? La kalau rakyat memilih Wiranto yang berdarah-darah lalu dianggap tidak demokratis? Tidak ada yang baku dalam politik… Pemaksaan sistem politik universalitas itu yang tidak demokratis. Jangan lagi Saiful Munjani menghujat PKS hanya karena mereka berasas Islam. Jangan pula Yudi Latif memaksakan syarat caleg intern partai islam dengan boleh tidak bisa mengaji (itu urusan intern partai…). Biarkanlah politik berjalan sesuai apa adanya, toh rakyat yang akan memilih… Kalau rakyat memilih partai yang mewajibkan calegnya harus bisa mengaji njuk ngopo? Njuk ora demokratis? Opo maksude? Ketakutan kalau ideologi sekulerisme gagal (padahal itu titipan para pendonor?) Hmm… Kalau penuh kekerasan, itu baru tidak demokratis…

Dasar… pengamat politik mbladusan… keminter…

14
Jul
08

(KOLEKSI LAMA) SENTOSA ISLAND

Iseng-iseng buka folder foto, ketemu foto ‘lumayan’ waktu ke Sentosa Island Singapore (untuk yang ke-2 kalinya–ngapain coba nonton beginian sampe 2 kali, bodohnya) pada bulan April 2008 lalu. Beruntung sempet bawa tripod, jadi berhasil memotret permainan laser di Song of The Sea. Berikut hasil bidikan seorang amatir–maksudnya saya (sayang resolusinya kekecilan, jadi agak pecah dan nggak tajam)

lihat foto selengkapnya…

10
Jul
08

MUNGKINKAH SERIAL 24 DIANGKAT DARI KISAH NYATA?

Serial 24 season 1, 2, dan 3 menjadi referensi saya tentang bagaimana sebenarnya sebuah intelijen negara bekerja. Lebih dari itu juga, saya selalu meyakini gambaran umum dalam serial ini adalah juga gambaran umum realita kehidupan politik di Amerika.

Coba kita simak dalam Season 2 yang bercerita tentang rencana pengeboman nuklir di salah satu kota di Amerika. Kalau dalam banyak versi film ala Holywood, penjahat pasti kalau bukan orang Islam, ya orang Rusia. Tapi dalam serial ini, diceritakan bagaimana kompleksnya sebuah unit kegiatan terorisme (dalam serial ini, sang jagoan ‘Jack Bauer’ bekerja sebagai intelijen di Contra Terrorist Unit (CTU)). Okelah, serial ini memang hanya rekaan dipaksakan harus terpecahkan dalam waktu 24 jam. Tapi bagaimana otak saya terbuka ketika penggamabaran dalam season 2 ini mirip dengan aksi 911 yang meruntuhkan 2 gedung WTC… Semua orang menyudutkan Islam–sampai sekarang, ribuan nyawa mati sia-sia oleh serbuan militer Amerika. Tapi apakah memang demikian yang terjadi…?

baca selengkapnya artikel ini…

10
Jul
08

MEJA KERJA – ku!

22
Jun
08

20 ORANG-ORANG YANG HARUS KITA KASIHANI

Yes, memang tulisan ini sinis dan menyakitkan. Tapi saya harus melakukannya sebagai bagian dari koreksi diri saya pribadi. Mereka ini yang menjadi pembentuk karakter bangsa saat ini (dan tentu saja saya ada di dalamnya). Apa karakter bangsa Indonesia saat ini yang terbaca dalam fikiran anda? Egoisme, ketidakpedulian, korupsi, dan lain-lain…? Poor us. Kita memang patut dikasihani jika memang itu karakter bangsa kita. Berikut 20 orang-orang yang ada dalam fikiran saya. Ya, tentu saja ini klaim pribadi. Dan, siapa yang peduli bahwa tulisan saya ini benar atau tidak. Hey, society. Hope you’re not angry with this.

  1. Pengamen yang selalu berfikir, “…biar gua ngamen yang penting halal!” Are you sure itu halal? Memang yang berhak menilai sesungguhnya adalah Tuhan apakah itu dosa atau tidak, halal atau haram. Tapi ayo kita bedah bersama-sama. Sebuah keluarga yang sedang asyik makan di kaki lima sebuah mal sambil bercerita-cerita yang menyenangkan karena sangat jarang keluarga ini keluar bersama untuk makan (low budget), tiba-tiba datang pengamen coming out of the blue teriak-teriak diiringi genjrengan gitar dengan skill kurang terasah, menyanyikan lagu Indonesia. Percakapan keluarga terpaksa dihentikan. Ibu mencoel tangan sang bapak. Maksudnya ada recehan nggak? Lebih tepat maksudnya adalah punya recehan untuk ngusir pengamen itu gak? Duar… Artinya apa? Sebenarnya, pengamen itu mengganggu. Dia datang tidak diminta dan tiba-tiba mengganggu orang lain. Mana ada melakukan perbuatan tidak menyenangkan itu halal. Dalam KUHP buatan manusia saja perbuatan tidak menyenangkan dikategorikan tindakan pidana. So, fikirkan lagi kalau mengamen itu adalah melakukan sesuatu yang halal. Baca artikel terkait di http://yulian.firdaus.or.id/2005/02/13/pengamen-jalanan/ . baca selengkapnya artikel ini…
29
May
08

KENYATAAN SHOLAT JUMAT DI INDONESIA BELAKANGAN INI!

Wah, sebenarnya sudah lama saya mau tulis tentang hal ini. Entah kenapa, setelah solat Jumat kali ini saya baru sempat. Mungkin ada yang tidak setuju dengan saya. Kalau ada kekeliruan tentang tulisan ini silahkan koreksi, karena saya tidak punya landasan dan dalil yang kuat.

Banyak masjid sudah saya kunjungi untuk solat Jumat. Ada tempat yang jamaahnya membuat solat saya jadi khusuk dan nikmat, sedangkan sebagian besar menimbulkan keresahan saya.

Saya mulai dari yang meresahkan saya saja. Ini ilustrasi saja. Saya sarikan dari banyak kejadian.

1. Well, kotib naik ke mimbar. Waktu saya SMP, saat solat jumat di sekolah ada tulisan di papan yang dikutip dari Hadis Rasulullah “Dilarang bicara, ngobrol, dll saat khotib sudah naik mimbar karena sama saja dengan tidak solat Jumat”. Kurang lebih bahasanya begitu. Saya berasumsi, Sholat Jumat dianggap penting untuk mendengarkan khotbah untuk meng-enhance keIslam-an umat Muslim. Untuk bisa mencapai taraf itu, tentunya jamaah harus konsentrasi mendengarkan kotib. Coba perhatikan di banyak masjid, berapa persen yang memperhatikan isi kotbah? Sebagian besar tidur, sebagian kecil ada yang ngobrol di belakang (ada juga orang-orang dewasa yang melakukan ini–parahnya). Mungkin kebanyakan kotib memberikan materi yang membosankan, tidak siap, tidak mementingkan kepentingan jamaah, hanya baca buku kotbah, atau hanya sekedar menjalankan permintaan takmir masjid. Hmmm, tujuan meng-enhance ke-islaman rasa-rasanya agak ketelikung. baca artikel selengkapnya…

12
May
08

APA YANG MEREKA FIKIRKAN?

Apa yang ada dalam fikiran seorang Bapak yang mengajak anaknya (baca: memaksa) ikut naik sepeda motor tanpa helm, kemudian mengendara melawan arus? Ya, sering sekali kan kita lihat bapak membonceng anak dan melanggar lalu lintas? Ck ck ck. Apa bedanya dengan mempertontonkan pemerkosaan ibu muda di depan anaknya sendiri. Bayangkan coba, seorang anak yang sedang di’brainwashing’, dicekok’i ideologi salah dengan ketelanjangan. Nilai apa coba yang sedang diajarkan orang tua kepada anaknya. “Gini nak, peraturan dibuat untuk dilanggar”, “Yah, kalo sedikit, melanggar mah gak papa!”, “kalo gak ada polisi, melanggar aturan gak papa”.

Damn, itukah family value yang diajarkan orang tua kepada anaknya? Setahu saya mengajarkan pendidikan anak itu sulit sekali. Maka cara terefektif adalah dengan teladan (contoh). Lha ini, sudah diteladani dengan melanggar lalu lintas, tidak hanya disuruh melihat, diajak melakukan bersama-sama lagi. Persis seperti seorang Bapak memperkosa seorang ibu muda (cerita yang diulang) dihadapan anaknya, kemudian bersama-sama Bapak mengajak anak itu untuk memperkosa ibu muda itu. Apa bedanya coba? Value itu akan terrekam secara psikologis dan akan terbawa sampai mati. No wonder sekarang korupsi bagaikan tidak berdosa, meminta uang bagaikan hobi, suap dan gratifikasi seperti makan makanan supplemen, gak bisa diatur seperti rutinitas bangun tidur. Bagaimana tidak, value jelek dari orang tua tidak hanya dipertontonkan, tetapi ‘dipaksakan’ juga untuk dilaksanakan secara berjamaah.

Hmm, value lain yang saya tidak pernah bisa mengerti sebagai value ‘baik’ atau wisdom dari orang tua kebanyakan adalah “Son, tolong belikan bapak rokok!”. Seorang bapak minta dibelikan rokok kepada anaknya yang masih duduk di bangku SD. Anak di bawah umur disuruh beli rokok… Mereka tidak boleh menghisap rokok, tapi setiap hari dipaksakan membeli rokok. Sudah begitu, diperbolehkan lagi oleh penjual rokoknya. Dasar orang-orang gila. Untung keluarga saya tidak ada yang merokok.

Ada lagi. Jam 7 malam seorang Ibu memaksa anaknya untuk belajar. Tidak boleh nonton teve. Sementara Ibu dan Bapaknya asyik nonton sinetron misteri (yang menggunakan animasi nanggung dan anak, ibu, pembantu, nenek sama umurnya, dan hal-hal aneh lainnya). Ini value apa coba. Beruntung anak-anak yang bisa survive dari neraka ini dan bisa lulus sekolah dengan baik. Bagaimana orang tua macam ini bisa bertanggung jawab atas amanat Tuhan berupa anak. Bukankah orang tua mempunyai kewajiban mendidik anak dengan ‘value’ yang baik supaya anak bisa tumbuh dewasa menjadi orang baik? Untung saya tidak dibesarkan dalam keluarga bejat seperti itu.

And the young we can’t lose hope even we can’t see beyond the day, the wisdom that the old can’t give away. Kata-kata Eddie Vedder yang saya ubah sedikit. Yah, sebagai generasi muda, justru saya memaksakan teman-teman memiliki kedewasaan yang jauh lebih tinggi dari orang-orang tua yang wisdom-nya nanggung. Kalau tidak ada yang bisa diteladani, segera beranjak berfikir dan temukan wisdom yang paling logis.

Cibubur, 13 Mei 2008

23
Apr
08

MELAWAN TIRANI BUDAYA BARU INDONESIA

Sulit menyebut atau mendefinisikannya. Tapi bolehlah saya menyebutnya sebagai “BUDAYA BARU” bangsa Indonesia. Baru, karena saya sendiri tidak pernah tahu apakah zaman dahulu bangsa Indonesia memiliki budaya seperti saat ini. Simak hal-hal kecil berikut yang saya anggap sebagai “BUDAYA BARU” bangsa Indonesia.

1. Pernahkah anda naik kereta atau bis kota yang penuh sesak? Pernahkan anda lihat orang-orang muda duduk dengan santainya sementara ibu-ibu dan orang tua bergelantungan di dalam bis kota atau kereta? Sedikit sekali yang mempersilahkan orang tua dan ibu-ibu untuk duduk menggantikan orang-orang muda ini. Begitu sering dan banyaknya kejadian seperti ini menunjukkan ini adalah budaya saat ini. EGOISME.

2. Pernahkan anda melihat sepeda-sepeda motor berhenti di lampu merah tapi tidak di tempat yang sesuai aturan? Mereka berhenti di depan zebra cross bahkan melebihi lampu lalu lintas itu sendiri, sampai mereka tidak tahu kalau lampu sudah berwarna hijau. Jawabannya adalah di setiap lampu merah. Sampai-sampai jika kita ingin berlaku tertib dengan berhenti pada tempatnya kita akan dimaki pengendara lain. Inipun budaya saat ini. MELANGGAR ATURAN.

baca selengkapnya tulisan ini…

22
Apr
08

SEKALI LAGI: BENNY & MICE


Sudah banyak yang membahas tentang Benny & Mice saat ini. Saya ingat ketika pertama kali kartun ini muncul di harian Kompas setiap minggunya di kisaran tahun 2003. Saat itu saya tinggal di Jogja sebagai mahasiswa. Awalnya agak risih juga ada kartun yang gambarnya berantakan. “Kartun gini kok ada di Kompas, sih?”. Tapi setelah saya ikuti beberapa seri, ternyata selain lucu, kartun Benny & Mice benar-benar deskriptif. Dengan media yang begitu sempit, kartun ini bisa menggambarkan detil sedetil-detilnya. Dengan ciri goresan setiap garis, gambaran dari kartun ini begitu mengena karena hal-hal yang digambarkan memang apa yang saya alami dan lihat. Sejak itulah saya menyatakan diri sebagai fans Benny dan Mice sampai sekarang. Semua buku, mulai dari Lagak Jakarta, sampai 100 Tokoh Yang Mewarnai Jakarta saya beli (walaupun saya adalah orang yang jarang beli buku.
…baca dan lihat kartun selanjutnya…

22
Apr
08

THE KITE RUNNER DAN ANCAMAN GENOSIDA

Novel The Kite Runner karya Khaled Hosseini dalam sudut pandang humanitarian memang luar biasa, terlepas dari sudut pandang dikotomi kultur barat dan Islam. Saat inipun novel ini sudah dibuatkan filmnya oleh Dreamworks Picture yang menunjukkan bukti begitu dahyat kisah dalam novel tersebut.

Saya tidak akan membahas resensi novel The Kite Runner maupun latar belakang penulis novel ini yang seorang Afganistan tapi besar dan memperoleh ideologi di Amerika, melainkan satu hal yang mengingatkan saya relevansi novel tersebut dengan kondisi aktual bangsa kita saat ini.

Model penulisan deskriptif ala Khaled Hosseini tentang kehidupan warga Afganistan pasca pendudukan Uni Sovyet yang bagaikan neraka dunia membuat saya menebak-nebak apakah hal ini mungkin terjadi di Indonesia. Bukan perbandingan memang, tetapi apakah gambaran Khaled tentang tentara Taliban yang tidak memilki rasa kemanusian dengan pemaksaan kehendak, pembantaian etnis, dan kejahatan perang yang lain bisa terjadi di Indonesia?

…baca selengkapnya tulisan ini…




a

Add to Technorati Favorites
Add to Technorati Favorites

 

July 2009
M T W T F S S
« Oct    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Flickr Photos

Breaking the mold

Monkeys and Sharks

She's A Country Girl At Heart

More Photos